Sabtu, 4 April 2026

CEO Anthropic Peringatkan Bahaya AI, Bisa Jadi Senjata Biologis

Penulis : Grace El Dora
16 Feb 2026 | 21:34 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).

SAN FRANCISCO, investor.id – CEO Anthropic Dario Amodei, salah satu perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) terkemuka di dunia, mengeluarkan peringatan keras mengenai risiko sistem AI masa depan. Ia menyatakan, teknologi ini telah mencapai tingkat kecanggihan yang dapat mengancam kemanusiaan jika jatuh ke tangan yang salah.

Amodei mengungkapkan model bahasa besar (Large Language Model/ LLM) saat ini sedang mendekati, atau bahkan mungkin sudah mencapai, tahap di mana mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk membantu pembuatan dan penyebaran senjata biologis secara menyeluruh.

"Secara garis besar, saya khawatir LLM mulai menguasai pengetahuan yang dibutuhkan untuk menciptakan dan melepaskan (senjata biologis). Potensi kehancurannya sangatlah tinggi," tegas Amodei seperti dikutip Euro News, Senin (16/2/2026).

Kemajuan yang Melampaui Prediksi

Advertisement

Menurut Amodei, kecepatan perkembangan AI jauh lebih cepat daripada yang disadari oleh masyarakat umum. Hanya dalam waktu tiga tahun, AI yang dulunya kesulitan mengerjakan matematika dasar atau menulis satu baris kode komputer, kini telah bertransformasi secara drastis.

"Hari ini, teknologi yang sama membantu memecahkan masalah matematika yang belum bisa dipecahkan manusia dan sangat mahir dalam pengodean (coding) hingga para insinyur papan atas membiarkan AI melakukan sebagian besar pekerjaan mereka," tambahnya.

Anthropic menemukan pola konsisten. Semakin banyak data, daya komputasi, dan waktu pelatihan yang diberikan, maka kemampuan AI akan meningkat secara terprediksi di hampir semua bidang, termasuk sains biologi, keuangan, hingga fisika.

Kekhawatiran Terhadap Penyalahgunaan Kekuatan

Meskipun AI tidak memiliki emosi, Amodei menjelaskan model AI mempelajari pola dari data masif, termasuk gaya berpikir dan kebiasaan internal. Ia memperingatkan adanya risiko pencarian kekuatan yang tidak selaras (misaligned power-seeking), kata laporan tersebut.

Hal inilah yang menjadi dasar intelektual bagi prediksi bahwa AI di masa depan bisa saja menghancurkan kemanusiaan jika tujuannya tidak sejalan dengan keselamatan manusia. "Melihat kemajuan selama lima tahun terakhir dari dalam Anthropic, saya bisa merasakan detak jam yang terus berpacu," tukasnya.

Anthropic adalah perusahaan riset dan keselamatan AI asal Amerika Serikat (AS) yang didirikan pada 2021 oleh mantan petinggi OpenAI, termasuk Dario Amodei dan saudarinya, Daniela Amodei. Perusahaan ini dikenal lewat produk AI mereka yang bernama Claude, yang menjadi pesaing utama ChatGPT (OpenAI) dan Gemini (Google).

Berbeda dengan beberapa kompetitornya, Anthropic memposisikan diri sebagai perusahaan yang sangat berfokus pada "AI Safety" atau keselamatan kecerdasan buatan. Mereka mengembangkan teknik yang disebut Constitutional AI, sebuah metode untuk melatih sistem AI agar memiliki prinsip moral dan aturan internal yang mencegahnya menghasilkan konten berbahaya atau kebencian.

Peringatan dari Amodei ini muncul di tengah perlombaan global pengembangan AI yang semakin intens. Para pemimpin industri kini terbagi menjadi dua kubu, yakni mereka yang ingin mempercepat inovasi tanpa batas, dan mereka yang mendesak adanya regulasi ketat untuk mencegah skenario bencana global (existential risk) yang dipicu oleh teknologi AI yang melampaui kendali manusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 13 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 24 menit yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 44 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 50 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 54 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia