Sabtu, 4 April 2026

Ekonomi AS Tahun Ini Bisa Melaju Kencang

Penulis : Natasha Khairunisa
22 Feb 2026 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan AS Scott Bessent (kiri) dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer (kiri). (Martial Trezzini/Keystone via AP)
Menteri Keuangan AS Scott Bessent (kiri) dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer (kiri). (Martial Trezzini/Keystone via AP)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent mengungkapkan bahwa ia optimistis terhadap kinerja perekonomian negaranya.

Dikutip dari US News, Minggu (21/2/2026), Bessent memperkirakan ekonomi AS berpeluang tumbuh sekitar 3,5% pada 2026.

Optimisme itu dikeluarkan Bessent meski AS mencatat penurunan tajam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,4% pada kuartal terakhir 2025.

Advertisement

Bessent menilai, penurunan tajam ekonomi AS disebabkan oleh penutupan sebagian pemerintah dan penghapusan kerugian yang tinggi oleh produsen mobil AS.

"Penutupan terlama dalam sejarah inilah yang menyebabkan penurunan tajam pada kuartal keempat," kata Bessent dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

Senada, Presiden AS Donald Trump juga menyebutkan bahwa rilis angka PDB yang lemah disebabkan oleh kebijakan penutupan pemerintahan pada Oktober-November lalu.

Sebagai catatan, produk domestik bruto (PDB) tumbuh hanya 1,4%, secara tahunan pada kuartal empat 2025, menurut data dari Departemen Perdagangan negara itu.

Untuk keseluruhan tahun 2025, ekonomi AS tumbuh pada laju 2,2%, turun dari peningkatan 2,8% pada tahun 2024, dikutip dari CNBC International.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penurunan tajam ekonomi yang tumbuh pada tingkat 4,4% pada kuartal ketiga 2025, adalah hasil dari penurunan pengeluaran konsumen dan ekspor, serta dampak dari penutupan pemerintahan yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 12 November 2025.

“Penutupan pemerintahan merugikan pertumbuhan pada akhir tahun 2025. Ekonomi kemungkinan akan pulih kembali pada awal tahun 2026, tetapi penutupan yang berkepanjangan bukanlah hal yang tidak berbahaya,” kata Heather Long, kepala ekonom di Navy Federal Credit Union.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 14 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 23 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 60 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia