Ekonomi AS Tahun Ini Bisa Melaju Kencang
JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent mengungkapkan bahwa ia optimistis terhadap kinerja perekonomian negaranya.
Dikutip dari US News, Minggu (21/2/2026), Bessent memperkirakan ekonomi AS berpeluang tumbuh sekitar 3,5% pada 2026.
Optimisme itu dikeluarkan Bessent meski AS mencatat penurunan tajam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,4% pada kuartal terakhir 2025.
Bessent menilai, penurunan tajam ekonomi AS disebabkan oleh penutupan sebagian pemerintah dan penghapusan kerugian yang tinggi oleh produsen mobil AS.
"Penutupan terlama dalam sejarah inilah yang menyebabkan penurunan tajam pada kuartal keempat," kata Bessent dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
Senada, Presiden AS Donald Trump juga menyebutkan bahwa rilis angka PDB yang lemah disebabkan oleh kebijakan penutupan pemerintahan pada Oktober-November lalu.
Sebagai catatan, produk domestik bruto (PDB) tumbuh hanya 1,4%, secara tahunan pada kuartal empat 2025, menurut data dari Departemen Perdagangan negara itu.
Untuk keseluruhan tahun 2025, ekonomi AS tumbuh pada laju 2,2%, turun dari peningkatan 2,8% pada tahun 2024, dikutip dari CNBC International.
Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penurunan tajam ekonomi yang tumbuh pada tingkat 4,4% pada kuartal ketiga 2025, adalah hasil dari penurunan pengeluaran konsumen dan ekspor, serta dampak dari penutupan pemerintahan yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 12 November 2025.
“Penutupan pemerintahan merugikan pertumbuhan pada akhir tahun 2025. Ekonomi kemungkinan akan pulih kembali pada awal tahun 2026, tetapi penutupan yang berkepanjangan bukanlah hal yang tidak berbahaya,” kata Heather Long, kepala ekonom di Navy Federal Credit Union.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






