Perkuat Pengaruh Global, Trump Luncurkan Tech Corps untuk Diplomasi AI
WASHINGTON, investor.id – Di tengah persaingan teknologi yang kian memanas dengan China, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan langkah besar dalam diplomasi soft power. Gedung Putih resmi mengumumkan peluncuran "Tech Corps". Inisiatif baru ini ini berada di bawah naungan Peace Corps, dirancang khusus untuk mempromosikan teknologi Kecerdasan Buatan (artificial intelligence/ AI) buatan Amerika di kancah internasional.
Selama ini, Peace Corps dikenal sebagai lembaga independen AS yang mengirim sukarelawan untuk membantu proyek pembangunan lokal di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Namun melalui Tech Corps fokus bantuan kini merambah ke sektor teknologi tinggi, seperti dikutip CNBC internasional, Senin (23/2/2026).
Misi Utama: Dukungan Last-Mile untuk AI Amerika
Tech Corps akan merekrut para insinyur serta lulusan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Para sukarelawan ini akan dilatih dan ditempatkan di berbagai negara mitra untuk memberikan dukungan teknis langsung atau "last-mile support".
Tujuannya adalah membantu negara-negara berkembang mengadopsi solusi AI Amerika guna menyelesaikan masalah mendasar di sektor-sektor krusial seperti:
- Pertanian: Optimasi hasil panen.
- Kesehatan: Diagnosis berbasis teknologi.
- Ekonomi: Pengembangan sistem keuangan digital.
Menyaingi Dominasi China
Langkah ini dipandang sebagai strategi AS untuk membendung pengaruh teknologi China, seperti model sumber terbuka (open-source) dari Qwen3 dan Deepseek yang mulai populer di negara berkembang karena biayanya yang murah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari perintah eksekutif era pemerintahan Trump dalam program American AI Exports. Program ini bertujuan memastikan dominasi AS dalam teknologi mutakhir tetap terjaga secara global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

