Sabtu, 4 April 2026

Perkuat Pengaruh Global, Trump Luncurkan Tech Corps untuk Diplomasi AI

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2026 | 11:19 WIB
BAGIKAN
Bulan purnama terlihat bersinar di atas Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) NASA dan pesawat ruang angkasa Orion, di atas peluncur bergerak pada dini hari Minggu (1/2/2026) di Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida, AS. (Foto: AP/ Sam Lott)
Bulan purnama terlihat bersinar di atas Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) NASA dan pesawat ruang angkasa Orion, di atas peluncur bergerak pada dini hari Minggu (1/2/2026) di Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida, AS. (Foto: AP/ Sam Lott)

WASHINGTON, investor.id – Di tengah persaingan teknologi yang kian memanas dengan China, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan langkah besar dalam diplomasi soft power. Gedung Putih resmi mengumumkan peluncuran "Tech Corps". Inisiatif baru ini ini berada di bawah naungan Peace Corps, dirancang khusus untuk mempromosikan teknologi Kecerdasan Buatan (artificial intelligence/ AI) buatan Amerika di kancah internasional.

Selama ini, Peace Corps dikenal sebagai lembaga independen AS yang mengirim sukarelawan untuk membantu proyek pembangunan lokal di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Namun melalui Tech Corps fokus bantuan kini merambah ke sektor teknologi tinggi, seperti dikutip CNBC internasional, Senin (23/2/2026).

Misi Utama: Dukungan Last-Mile untuk AI Amerika

Tech Corps akan merekrut para insinyur serta lulusan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Para sukarelawan ini akan dilatih dan ditempatkan di berbagai negara mitra untuk memberikan dukungan teknis langsung atau "last-mile support".

Advertisement

Tujuannya adalah membantu negara-negara berkembang mengadopsi solusi AI Amerika guna menyelesaikan masalah mendasar di sektor-sektor krusial seperti:

- Pertanian: Optimasi hasil panen.

- Kesehatan: Diagnosis berbasis teknologi.

- Ekonomi: Pengembangan sistem keuangan digital.

Menyaingi Dominasi China

Langkah ini dipandang sebagai strategi AS untuk membendung pengaruh teknologi China, seperti model sumber terbuka (open-source) dari Qwen3 dan Deepseek yang mulai populer di negara berkembang karena biayanya yang murah.

Inisiatif ini merupakan bagian dari perintah eksekutif era pemerintahan Trump dalam program American AI Exports. Program ini bertujuan memastikan dominasi AS dalam teknologi mutakhir tetap terjaga secara global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 19 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 49 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 60 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia