Sabtu, 4 April 2026

Suriah Desak Bashar Al-Assad Dipulangkan untuk Hadapi Pengadilan

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2026 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Sebuah foto Bashar Al-Assad dihancurkan di Suwayda, Suriah, pada 29 Desember 2024, menyusul kejatuhan rezim Partai Baath yang berkuasa sejak 1963 di negara tersebut. (Foto: ANTARA/AA-Emin Sansar/nbl)
Sebuah foto Bashar Al-Assad dihancurkan di Suwayda, Suriah, pada 29 Desember 2024, menyusul kejatuhan rezim Partai Baath yang berkuasa sejak 1963 di negara tersebut. (Foto: ANTARA/AA-Emin Sansar/nbl)

ISTANBUL, investor.id – Pemerintah Suriah menuntut penyerahan mantan presiden Bashar Al-Assad dan semua yang terlibat dengannya seiring otoritas setempat melanjutkan proses peradilan transisi di negara tersebut.

Menteri Kehakiman Suriah Mazhar Al-Wais pada Minggu (22/2/2026) menyampaikan amnesti umum yang baru-baru ini diterbitkan merupakan keperluan yang mendesak sesuai kenyataan hukum dan legislasi. Langkah tersebut sah secara konstitusional maupun secara hukum, lapor Anadolu, Senin (23/2/2026).

Pada Rabu (18/2/2026), Presiden Suriah Ahmad Al-Sharra mengeluarkan dekret yang memberikan amnesti umum untuk sejumlah tindak pidana dan mengurangi hukuman untuk kasus lainnya.

Dalam wawancara bersama Al-Jazeera, Al-Wais mengatakan dekret pengampunan itu langsung diimplementasikan begitu diteken, dengan 1.500 orang sudah dibebaskan hingga saat ini.

Advertisement

Ia memperkirakan, 500.000 warga Suriah bisa mendapat manfaat dari amnesti kali ini.

Al-Wais menegaskan, pengampunan tidak berlaku bagi mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan besar terhadap rakyat Suriah. “Tidak ada seorang pun yang terlibat dalam penumpahan bahkan setetes darah rakyat Suriah telah atau akan dibebaskan,” ujarnya.

Terkait peradilan transisional, menteri kehakiman Suriah itu mengatakan kementeriannya menempuh “jalur yang benar” yang menolak balas dendam maupun impunitas.

Ia menyebut persidangan dalam kerangka tersebut diperkirakan akan dimulai “dalam waktu dekat” setelah berkas perkara dilengkapi dengan bukti dan dokumentasi.

Mengenai pertanggungjawaban pejabat rezim sebelumnya, Al-Wais mengatakan negara Suriah telah menegaskan “perlunya penyerahan Bashar al-Assad dan semua pihak yang terlibat dengannya,” serta menyerukan proses hukum yang jelas yang menempatkan negara-negara pada kewajiban hukum dan moral mereka.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 1 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 11 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 41 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 52 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia