Sabtu, 4 April 2026

Badai Salju Dahsyat Lumpuhkan New York, Dilarang Melintas dan Sekolah Ditutup

Penulis : Grace El Dora
24 Feb 2026 | 00:59 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berhenti sejenak saat berjalan melalui Times Square selama badai salju, Senin (23/2/2026) di New York, AS. (Foto: AP/ Seth Wenig)
Seorang pria berhenti sejenak saat berjalan melalui Times Square selama badai salju, Senin (23/2/2026) di New York, AS. (Foto: AP/ Seth Wenig)

NEW YORK, investor.id – Pemerintah New York memberlakukan larangan melintas bagi kendaraan dan menutup seluruh sekolah pada Senin (23/2/2026) waktu setempat. Langkah ekstrem ini diambil saat jutaan warga bersiap menghadapi badai salju raksasa yang menerjang wilayah timur laut Amerika Serikat (AS), seperti dikutip AFP.

Layanan Cuaca Nasional (NWS) melaporkan, salju tebal terus turun sejak dini hari dengan akumulasi mencapai 14,9 inci (sekitar 38 sentimeter/ cm). Di wilayah Manhattan dan Brooklyn, ketebalan salju tercatat antara sembilan hingga 11 inci, yang memicu pelarangan pengoperasian kendaraan non-esensial di seluruh jalan raya, jembatan, dan terowongan kota.

Jarak Pandang Nol dan Pemadaman Listrik

Badai ini secara drastis memangkas jarak pandang. Di Wall Street, gedung-gedung pencakar langit bahkan tidak terlihat dari wilayah Brooklyn yang berseberangan. Selain salju, angin kencang menyebabkan gangguan infrastruktur yang luas. Hingga Senin pagi, lebih dari 119.000 pelanggan di New Jersey dilaporkan mengalami pemadaman listrik.

Advertisement

Dampak transportasi juga meluas ke sektor udara, di mana lebih dari 5.000 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyatakan bahwa kota ini belum pernah menghadapi badai berskala besar seperti ini dalam satu dekade terakhir.

"Kami meminta warga New York untuk menghindari semua perjalanan yang tidak mendesak," tegasnya saat mengumumkan status darurat.

Meski banyak warga mengeluh karena tetap harus bekerja di tengah akses jalan yang ditutup, beberapa wisatawan justru merasa senang. Macarena Gonzalez, turis asal Cile, mengaku terpukau melihat Times Square yang memutih. "Saya tahu akan turun salju, tapi tidak menyangka akan setebal ini. Ini pengalaman luar biasa," ujarnya, Senin.

Namun, pemerintah memberikan peringatan serius. Gubernur New York Kathy Hochul memperingatkan kondisi terburuk mungkin belum terlewati. "Siapkan kebutuhan pokok, obat-obatan, dan pakan hewan peliharaan sekarang juga. Setelah itu, tetaplah di rumah dan hubungi keluarga Anda," pesan Hochul.

Pola Cuaca Ekstrem di Timur Laut AS

Wilayah Pantai Timur Amerika Serikat memiliki sejarah panjang dalam menghadapi badai musim dingin yang dikenal sebagai Nor'easter. Namun, badai yang terjadi pada Februari 2026 ini menjadi perhatian khusus karena intensitasnya yang meningkat pesat dalam waktu singkat, sebuah fenomena yang sering dikaitkan oleh para ahli meteorologi dengan perubahan pola iklim global.

Kondisi ini terjadi hanya beberapa minggu setelah wilayah tersebut berusaha pulih dari sistem cuaca musim dingin dahsyat lainnya yang merenggut lebih dari 100 nyawa. Ketidaksiapan infrastruktur terhadap akumulasi salju yang mencapai 60 AS dalam satu waktu sering kali menyebabkan kelumpuhan total pada sistem transportasi dan distribusi listrik.

Oleh karena itu, kebijakan "larangan melintas" dan penutupan aktivitas publik kini menjadi standar protokol keselamatan guna meminimalisir korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas atau paparan suhu ekstrem di luar ruangan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 40 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 50 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia