Sabtu, 4 April 2026

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dikabarkan Tewas dalam Serangan Israel

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2026 | 04:47 WIB
BAGIKAN
Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (The Telegraph)
Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (The Telegraph)

JAKARTA, investor.id – Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel pada awal operasi militer di Iran. Ahmadinejad dikenal sebagai tokoh garis keras yang selama masa jabatannya kerap melontarkan retorika keras terhadap Israel dan Barat.

Dikutip dari New York Post, laporan media Israel, Ma’ariv, menyebut Ahmadinejad berada dalam status tahanan rumah saat menjadi target serangan di kediamannya. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran.

Ahmadinejad menjabat sebagai presiden keenam Iran pada periode 2005–2013. Ia naik dari posisi Wali Kota Teheran dan secara mengejutkan mengalahkan tokoh senior Akbar Hashemi Rafsanjani dalam putaran kedua pemilihan presiden 2005.

Advertisement

Pemilihan ulangnya pada 2009 memicu gelombang protes besar yang dikenal sebagai Gerakan Hijau. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu krisis internal paling serius dalam sejarah Republik Islam Iran dan dibubarkan secara keras oleh aparat keamanan.

Di dalam dan luar negeri, Ahmadinejad dikenal sebagai pemimpin konfrontatif. Kebijakan ekonominya dinilai berkontribusi terhadap lonjakan inflasi, sementara sikap kerasnya terhadap Barat memperdalam isolasi internasional Iran.

Pada masa pemerintahannya, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sejumlah paket sanksi terkait program nuklir Iran. Sanksi tersebut memperberat tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Ia juga menuai kecaman luas atas pernyataannya mengenai Israel dan Holocaust. Pada 2006, pemerintahannya menggelar konferensi di Teheran yang dikecam komunitas internasional karena dianggap memberi ruang bagi penyangkalan Holocaust.

Dalam konferensi 2005 bertajuk ‘A World Without Zionism’, Ahmadinejad mengutip pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, yang menyebut Israel sebagai ‘rezim pendudukan di Yerusalem’ dan ‘tumor ganas yang harus dihapus dari peta’. Pernyataan tersebut memicu kecaman global, meski para pendukungnya kemudian menyatakan terjemahannya diperdebatkan.

Kedekatan dengan Garda Revolusi

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 23 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 56 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 56 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 1 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 2 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia