Minggu, 21 Juni 2026

Ancaman Krisis Pangan Global, Rebutan Stok Pupuk Akibat Perang Timur Tengah

Penulis : Grace El Dora
25 Mar 2026 | 16:13 WIB
BAGIKAN
Gangguan di Hormuz historisnya menambah premi risiko US$10-US$30 per barel pada harga minyak dunia. (Sumber: Istimewa)
Gangguan di Hormuz historisnya menambah premi risiko US$10-US$30 per barel pada harga minyak dunia. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah di berbagai belahan dunia kini tengah berpacu dengan waktu untuk mengamankan pasokan pupuk demi menghindari krisis pangan global. Eskalasi perang di Timur Tengah telah memutus jalur distribusi komoditas utama dan memicu lonjakan harga nutrisi tanaman yang sangat krusial bagi musim tanam mendatang.

Pupuk merupakan jembatan kritis antara harga energi dan pangan.

Adapun Timur Tengah adalah pemasok vital dunia yang kaya akan cadangan mineral dan gas alam yang merupakan bahan baku utama pupuk urea, amonia, dan fosfat. Namun, dengan ditutupnya Selat Hormuz akibat saling serang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel, pengiriman pupuk global praktis terhenti.

Krisis ini memicu kepanikan di negara-negara agraris besar:

ADVERTISEMENT

- India: Sebagai pembeli urea terbesar di dunia, India kini kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak pabrik domestiknya tutup akibat kekurangan gas alam.

- Brasil: Importir pupuk raksasa ini mulai mengalihkan pandangan ke Maroko dan negara-negara Teluk lainnya, bahkan menjajaki proyek energi bersama Bolivia untuk mengamankan produksi.

- Amerika Serikat: Pemerintahan Donald Trump mulai melonggarkan berbagai aturan pengiriman dan mencabut sanksi pada pupuk Venezuela guna meringankan beban petani domestik.

Lebih Berbahaya dari Krisis Ukraina 2022

Para analis memperingatkan bahwa situasi saat ini jauh lebih berbahaya dibandingkan gangguan pasokan akibat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Wilayah Timur Tengah menguasai lebih dari sepertiga ekspor urea dunia dan hampir seperempat pasokan amonia.

Berbeda dengan krisis 2022 di mana produk Rusia masih bisa dialihkan ke jalur lain, penutupan Selat Hormuz secara fisik memblokir pengiriman di titik nadi maritim dunia. Hal ini menyebabkan harga urea melonjak tajam dan stok fosfat berada dalam risiko tinggi.

Di saat negara-negara kaya mampu memberikan subsidi, petani di negara berkembang seperti di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan menghadapi ancaman nyata. "Pupuk tidak pernah tersedia tepat waktu saat kami membutuhkannya," keluh Sushil Kumar, seorang petani di India yang kesulitan mendapatkan pupuk untuk tanaman gandum dan padinya.

Jika konflik ini berlanjut hingga pertengahan tahun, dunia terancam menghadapi "ketidakteraturan pangan yang katastrofik". PBB bahkan telah memperingatkan potensi rekor tingkat kelaparan tahun ini jika puluhan juta orang kehilangan akses terhadap pangan akibat kegagalan panen global.

Krisis pupuk yang terjadi saat ini berakar pada struktur industri pertanian modern yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Nitrogen, komponen utama dalam sebagian besar pupuk modern, diproduksi melalui proses Haber-Bosch yang membutuhkan gas alam dalam jumlah besar sebagai bahan baku sekaligus sumber energi.

Oleh karena itu, setiap gangguan pada pasokan gas di Timur Tengah secara otomatis akan menghentikan produksi pupuk di seluruh dunia.

Selat Hormuz bukan hanya jalur pipa minyak dunia, tetapi juga seakan sebagai gerbang nutrisi bagi tanah-tanah pertanian di Asia, Amerika, dan Eropa. Sekitar 50% perdagangan sulfur (bahan baku pupuk fosfat) melewati jalur ini. Ketergantungan global pada satu titik nadi maritim ini telah terekspos sejak pandemi 2020 dan perang Ukraina 2022.

Namun, konflik pada 2026 ini menunjukkan tanpa regionalisasi rantai pasok dan diversifikasi bahan baku pupuk seperti pupuk organik atau alternatif non-konvensional, ketahanan pangan global akan selalu tersandera oleh stabilitas geopolitik di Timur Tengah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia