Minggu, 21 Juni 2026

Selat Hormuz Tersumbat Akibat Perang, Rusia Pasok Kebutuhan Energi China

Penulis : Grace El Dora
15 Apr 2026 | 12:12 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kedua dari kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) mengadakan pembicaraan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China pada Rabu (15/4/2026). (Foto: Iori Sagisawa/ Pool Photo via AP)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kedua dari kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) mengadakan pembicaraan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China pada Rabu (15/4/2026). (Foto: Iori Sagisawa/ Pool Photo via AP)

BEIJING, investor.id – Rusia menyatakan kesiapannya untuk menjadi penyokong utama kebutuhan energi Tiongkok di tengah terganggunya jalur pasokan global. Hal ini menyusul lumpuhnya lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan, pemerintah Rusia mampu menutup kekurangan sumber daya yang dialami China maupun negara-negara mitra lainnya. Hal tersebut disampaikan Lavrov dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (15/4/2026), menanggapi kekhawatiran atas blokade jalur pelayaran vital di Timur Tengah.

"Rusia, tanpa keraguan, dapat memberikan kompensasi atas kekurangan sumber daya yang muncul bagi China dan negara-negara lain yang tertarik bekerja sama dengan kami," ujar Lavrov sebagaimana dikutip dari media pemerintah Rusia, Rabu.

Hubungan Tak Tergoyahkan Rusia-China

ADVERTISEMENT

Dalam kunjungan dua harinya yang dimulai sejak Selasa (14/4/2026), Lavrov telah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Ia menggambarkan hubungan bilateral kedua negara sebagai sesuatu yang tak tergoyahkan dalam menghadapi badai apa pun.

Kemitraan ekonomi dan politik antara kedua negara memang kian mendalam sejak 2022.

Lavrov menambahkan, hubungan ini memainkan peran stabilisasi dalam urusan dunia, terutama bagi mayoritas global yang menghindari turbulensi geopolitik.

Selain membahas pasokan energi, Lavrov juga mengonfirmasi rencana kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China pada paruh pertama tahun ini. Kunjungan Putin mendatang diprediksi akan semakin memperkuat poros kekuatan Rusia-China di tengah dinamika global yang memanas.

Kunjungan Lavrov pekan ini berbarengan dengan rangkaian pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan pemimpin dunia lainnya di Beijing, termasuk pemimpin Vietnam To Lam dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim paling krusial di dunia bagi industri minyak dan gas. Terletak di antara Oman dan Iran, selat ini menghubungkan produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Sekitar seperlima dari konsumsi minyak dunia melintasi jalur sempit ini setiap harinya.

Blokade atau gangguan di Selat Hormuz akibat konflik bersenjata otomatis memicu lonjakan harga energi dan mengancam ketahanan ekonomi negara-negara importir besar, terutama China yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

Dalam konteks ini, Rusia yang memiliki cadangan gas alam dan minyak melimpah melalui jalur darat (pipa) menawarkan solusi logistik yang lebih aman bagi China. Tawaran Rusia tidak hanya bermotif ekonomi, tetapi juga strategis guna memperkuat aliansi Eurasia sebagai tandingan terhadap pengaruh Barat di tengah krisis Timur Tengah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia