Minggu, 21 Juni 2026

Iran Mulai Tata Ulang Stabilitas Ekonomi di Tengah Harapan Perang Berakhir

Penulis : Prisma Ardianto
17 Apr 2026 | 17:50 WIB
BAGIKAN
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: AP/ Angelina Katsanis)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: AP/ Angelina Katsanis)

TEHERAN, investor.id – Pemerintah Iran mulai melakukan peninjauan mendalam terhadap indikator moneter dan nilai tukar guna menjaga stabilitas keuangan nasional. Langkah ini diambil di tengah menguatnya harapan berakhirnya konflik bersenjata, menyusul klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesepakatan damai sudah sangat dekat.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menekankan bahwa koordinasi antarlembaga kebijakan moneter menjadi krusial setelah infrastruktur negara mengalami kerusakan signifikan akibat serangan selama 40 hari terakhir. Dalam kunjungannya ke Bank Sentral Iran, Pezeshkian menginstruksikan pengelolaan pasar yang ketat guna menahan ekspektasi inflasi.

“Menjaga stabilitas keuangan dan mengendalikan ekspektasi inflasi dalam keadaan seperti ini membutuhkan koordinasi penuh antara otoritas moneter, pemerintah, dan lembaga ekonomi lainnya,” demikian tulis Kantor Berita Tasnim, Jumat (17/4/2026), yang merujuk pada pernyataan Pezeshkian.

ADVERTISEMENT

Laporan komprehensif terkait likuiditas, neraca pembayaran, dan cadangan devisa telah dipresentasikan sebagai basis pembuatan kebijakan ekonomi lapangan. Pezeshkian mengapresiasi kinerja Bank Sentral yang sejauh ini dinilai mampu meredam guncangan pasar dan mencegah fluktuasi mata uang yang ekstrem di masa perang.

Di saat yang sama, optimisme perdamaian datang dari Washington. Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan komprehensif dengan Iran kemungkinan besar akan ditandatangani di Islamabad, Pakistan. Trump bahkan menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung dalam seremoni tersebut jika kesepakatan itu dapat tercapai.

“Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump seperti ditukil dari Reuters.

Proses diplomasi kali ini dimediasi oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Asim Munir, dilaporkan telah mencapai semacam "terobosan besar" pada isu-isu sensitif, termasuk program nuklir. Meski masih ada perbedaan tenggat waktu penangguhan aktivitas nuklir—AS meminta 20 tahun sementara Iran menawarkan 3 hingga 5 tahun—sinyal kompromi mengenai pengiriman stok uranium (HEU) ke luar negeri mulai terlihat.

Kabar ini langsung memberikan napas lega bagi pasar global. Harga minyak mentah Brent terkoreksi ke level US$ 98,53 per barel, sementara WTI turun ke US$ 93,59 per barel. Meski demikian, jalur vital Selat Hormuz hingga saat ini masih tertutup efektif bagi pelayaran internasional.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia