Jumat, 15 Mei 2026

Digitalisasi Moda Darat Dukung Mudik Aman

Investor.id
17 Apr 2023 | 13:22 WIB
BAGIKAN
Iko Putera,  CEO of Transport,  Traveloka
Iko Putera, CEO of Transport, Traveloka

Transportasi darat masih merupakan andalan orang bepergian, khususnya saat melangsungkan mudik lebaran. Digitalisasi sub sektor tersebut akan meningkatkan kualitas keamanan, dan mengikis risiko terjadinya kerugian.

Saat ini, manajemen transportasi bukan lagi sekadar fokus mendesain arus moda, melainkan mengelola pergerakan orang dan barang. Paradigma baru itu kerapkali diistilahkan sebagai cara berpikir mobilitas, yang menitikberatkan kepada cara perpindahan paling ringkas, serta aman bagi orang dan barang.

Cara pandang mobilitas ini pun semakin dibutuhkan seiring kian meningkatnya pergerakan masyarakat, terlebih sewaktu melandainya Covid-19. Ditambah, memasuki musim mudik Lebaran, peningkatan pergerakan itu bisa terjadi secara eksponensial.

Beruntungnya, semakin ke sini, persiapan pengelolaan arus mudik Lebaran tambah matang. Tren pergerakan senantiasa dipetakan, mulai dari jumlah, proyeksi peningkatan, hingga moda pilihan.

ADVERTISEMENT

Pada musim mudik Lebaran 2023, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis data detail terkait antisipasi lonjakan penumpang. Tercatat, perkiraan pertumbuhan penumpang bisa tembus 45,8 persen dibandingkan musim mudik tahun lalu, menjadi sekitar 123,8 juta orang dengan potensi yang mudik sebanyak 106 juta orang.

Bahkan, data yang bersumber dari survei daring Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub itu juga menyertakan arah pergerakan pemudik. Tercatat, sebanyak 77,3 juta orang atau sebesar 62,5 persen berada di Pulau Jawa. Di luar Jawa, daerah yang paling banyak menanggung potensi pergerakan pemudik antara lain Sumatera Utara sebanyak 4,4 juta orang.

Melihat tren tersebut, otomatis pergerakan orang sewaktu mudik Lebaran 2023 nanti lebih dominan menggunakan jalur darat. Ada beberapa faktor yang mendorong hal ini, di antaranya infrastruktur jalan darat tol dan non tol sepanjang Jawa dan Sumatra yang tergolong sangat baik, serta biaya perjalanan darat relatif lebih terjangkau.

Pada akhirnya, tren tersebut berdampak pada moda pilihan para pemudik. Dari data survei yang sama, moda transportasi pemudik masih didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor. Angkanya sebanyak 47,20 persen atau sekitar 27,32 juta orang.

Di sisi lain, bus merupakan moda transportasi umum yang paling diandalkan para pemudik. Buktinya, sebanyak 22,77 juta orang atau sekitar 18,39 persen pemudik diperkirakan menggunakan layanan armada ini, sisanya memanfaatkan kereta api, angkutan penyeberangan, pesawat, dan kapal laut. Gambaran ini saja seharusnya sudah bisa dimanfaatkan untuk menyusun strategi agar proses mudik menjadi lebih aman dan nyaman.

Moda Andalan 

Dulu, moda bus identik dengan kepadatan terminal, penumpukan penumpang, hingga bayang-bayang para calo yang merugikan pengguna. Namun kini, seiring dengan semakin digitalnya para pengguna dan komunitas pengguna, kondisi moda andalan di transportasi darat ini sudah jauh berubah. Ini tak lepas dari transformasi dan digitalisasi yang dilakukan oleh manajemen layanan bus. 

Bagi operator, layanan digital akan meningkatkan citra serta kepercayaan konsumen, hingga membuka peluang menggarap pasar lebih luas. Dengan memanfaatkan aplikasi digital terintegrasi, operator bisa mengolah banyak data mengenai rute favorit hingga profil penumpang.

Selain itu, platform penjualan digital juga akan mempermudah operator untuk melakukan penyesuaian kapasitas bus apabila diperlukan, karena dapat menunjukkan jumlah kursi yang sifatnya lebih real-time dibanding penjualan konvensional. Ditambah lagi dengan transaksi yang bersifat cashless, sehingga operator pun akan lebih mudah untuk mengatur cashflow harian dan juga meminimalisir fraud. Regulator pun bakal menikmati manfaat untuk memudahkan pengawasan standar layanan, serta memetakan kebijakan sesuai prinsip mobilitas. 

Dari segi konsumen, digitalisasi yang dilakukan penyedia jasa transportasi akan mempermudah proses pemesanan secara signifikan, mulai dari pemilihan moda transportasi yang lengkap, lalu pemesanan tiket sesuai kebutuhan, lalu pergi dengan nyaman dan tenang karena semua dapat dilakukan dengan sekejap dalam satu platform digital saja.

Terobosan 

Proses digitalisasi angkutan umum darat itu pun sangat mendesak karena diandalkan masyarakat. Oleh karena itu, setiap inisiatif atau terobosan yang bisa merealisasikan layanan digital sub sektor transportasi ini patut diapresiasi.

Salah satu langkah strategis itu pun telah dilakukan Traveloka yang telah membuka layanan daring dengan menggandeng puluhan mitra PO yang telah berjalan sejak 2018, telah mengalami peningkatan signifikan baik dari sisi transaksi hingga jumlah kemitraan.

Kerja sama antara operator dengan platform travel akan meningkatkan standar operasi dan standar layanan. Selain itu, membuka akses pasar pada jutaan pengguna aplikasi baik domestik maupun mancanegara, hingga akhirnya meningkatkan jumlah transaksi penjualan.

Satu contoh sukses dari operator Perusahaan Otobus (PO) dapat dilihat dari PO Naikilah Perusahaan Minang (NPM), yaitu salah satu PO terbesar di Sumatra. PO NPM telah melakukan digitalisasi dengan membangun kanal penjualan digital, namun belum dilakukan dengan cara yang terbaik. Sehingga penjualan tidak berubah secara signifikan. 

Sejak fokus melakukan digitalisasi dan bergabung dengan platform Traveloka, PO NPM mengalami peningkatan penjualan yang signifikan dan berdampak positif bagi perusahaan. Digitalisasi telah menjadi salah satu faktor utama bagi PO NPM dan berhasil membantu mereka untuk mendongkrak angka penjualan yang pada saat ini telah melampaui angka penjualan  pada saat pandemi.

Harapannya ke depan kolaborasi kemajuan teknologi digital dengan basis transportasi yang merakyat bisa menjadi standar layanan dari manajemen transportasi darat. Jika sudah demikian, bukan mustahil, penanganan mudik setiap tahunnya jauh lebih mudah dan semakin aman untuk penyedia jasa dan juga konsumen.

Keterangan : 

*) Iko Putera, CEO of Transport, Traveloka

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia