Jumat, 15 Mei 2026

Saham Lagi Diskon Tapi Tabungan Tipis, Ekonom UGM Kasih Saran

Penulis : Chandra Adi
10 Apr 2025 | 08:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Investasi . (pexels.com/istimewa)
Ilustrasi Investasi . (pexels.com/istimewa)

Wayan menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sebelum berinvestasi. Ia menyarankan agar masyarakat memiliki dana darurat yang cukup agar tidak gegabah mengalokasikan seluruh tabungan untuk investasi.

Menyinggung fenomena “mantap” atau makan tabungan, ia mengingatkan dampak buruk dari keputusan finansial yang tidak terukur.

“Kalau tabungan tipis dan pemula melakukan investasi tanpa dikalkulasikan, akan jebol juga,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa investasi bukan perkara tren sesaat atau keberuntungan. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, keputusan yang didasari emosi justru bisa memperbesar risiko.

ADVERTISEMENT

“Jangan sampai keinginan untuk untung besar membuat orang mengorbankan prinsip dasar. Punya penghasilan 10 juta tapi 9 juta diinvestasikan semua, bahkan sampai berani pinjam, itu sangat tidak disarankan,” tegasnya.

Terkait dinamika pasar, Wayan menyoroti sejumlah anomali, seperti harga emas yang sempat naik lalu turun di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia juga menyebut penurunan nilai Bitcoin dan saham teknologi di Amerika Serikat yang membuat banyak portofolio investasi berada di zona merah.

Fenomena ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa pola lama dalam investasi tidak bisa lagi dijadikan acuan utama. Meski demikian, ia menilai investasi tetap penting untuk menjaga daya beli dalam jangka panjang.

“Satu-satunya cara membangun ‘sekoci’ masa depan ya tetap lewat investasi,” tuturnya.

Wayan juga memberikan proyeksi terhadap kondisi pasar untuk tiga bulan ke depan. Ia melihat kecenderungan pesimisme masih mendominasi, tanpa adanya insentif atau sinyal positif yang kuat. Menurutnya, jika situasi ini berlarut, bisa membahayakan stabilitas pasar.

Ia pun mendorong pemerintah agar segera melakukan kajian mendalam dan memetakan ulang sektor ekspor yang selama ini terlalu bergantung pada komoditas seperti batu bara dan nikel.

“Kita perlu segera mencari celah baru di tengah tekanan global,” pesannya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia