Sabtu, 4 April 2026

Perusahaan Harus Beradaptasi dengan Perubahan agar Bertahan di Tengah Pandemi

Penulis : Imam Suhartadi
11 Mei 2021 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Mark Nelson CEO Tableau
Mark Nelson CEO Tableau

JAKARTA, investor.id - Mark Nelson, President dan CEO, Tableau mengatakan, apa yang dilihat selama setahun terakhir adalah perusahaan yang beradaptasi adalah perusahaan-perusahaan yang secara empiris mampu memaham seperti apa bisnis mereka. Perusahaan yang paling survive adalah mereka yang bereaksi dan bereaksi dengan cepat dan beradaptasi dengan perubahan.

“Mampu melihat dan memahami apa yang dirasakan pelanggan Anda sangatlah penting. Jadi, kebutuhan akan kecepatan dan agility serta kemampuan beradaptasi pada teknologi di semua bagian kehidupan kita telah mendorong beberapa tren,” kata Mark dalam dalam Acara Tableau Live Asia Pacifik, Selasa (11/5).

Salah satunya adalah delivery cloud dan SaaS. Pelanggan melihat bahwa cara tercepat untuk mendapatkan value bukanlah dengan memiliki toolkit dan menginstal software, meng-pgrade software dan menangani infrastruktur. Mampu memberikan kebaikan layanan secara langsung telah menjadi kunci untuk kecepatan dan agility dan bergerak maju.

Berikutnya adalah platform dan ekosistem solusi yang dibangun di atas platform tersebut, bukannya memiliki tool terbaik dan perangkat terbaik untuk membangun sesuatu. Sungguh menakjubkan mendapatkan solusi yang pre-built, yang sesuai dengan masalah Anda. Jadi, menyediakan platform teknologi hebat itu dan ekosistem luar biasa dari solusi yang custom built di area yang dibangun di atasnya.

“Dan yang terakhir adalah AI dan ML. Ini adalah area yang pasti telah melewati kurva hype dan memiliki banyak hype, tetapi ini benar-benar mainstream dan berguna saat ini dan sangat penting menghadirkannya di tangan setiap pengguna yang membutuhkan. Itulah sebabnya kami dalam beberapa minggu terakhir memperkenalkan ilmu bisnis tentang bagaimana benar-benar mendapatkan kemampuan pemodelan ML di tangan pengguna bisnis,” katanya.

“Misi kami tidak berubah. Kami di sini untuk membantu orang-orang melihat dan memahami data, dan itulah pencarian untuk analytic ubiquity, seperti bagaimana supaya semua orang dapat menggunakan tool luar biasa tersebut dan melihat serta memahami data. Itulah inti dari misi kami,” tambahnya.

Dari sana, lanjut dia, pihaknya ingin membantu Anda melihat dan memahami data serta mengintegrasikan data ke dalam setiap alur yang dilakukan setiap hari.

“Itu berarti menempatkan kemampuan itu untuk melihat dan memahami data dalam aplikasi yang Anda inginkan, dan waktu yang Anda butuhkan. Juga benar-benar membantu Anda mengintegrasikan dan mengotomatiskan hal-hal yang keluar dari pemahaman itu. Sehingga Anda bisa memanfaatkannya lebih banyak,” katanya.

Bisnis dan sains benar-benar membantu mendemokratisasikan AI dengan cara yang sama kami mendemokratisasikan Visual Analytic yang membantu semakin banyak orang mendapatkan toolkit itu di tangan mereka.

“Dan tentu saja, membangun seluruh budaya data ini lebih dari sekadar tools, tapi memiliki budaya di perusahaan Anda dan di mana pun Anda berada, yang berusaha mendapatkan jawaban dari data, dan segala sesuatu yang berasal dari pengumpulan data. Dari sekadar keinginan untuk memilikinya adalah lebih penting untuk membuat semuanya benar-benar berhasil<' tambahnya.

Menurut dia, Komunitas Tableau luar biasa dan tahun ini menunjukkan bahwa semua adalah makhluk social. “Kita terhempas oleh pandemi dengan sangat cepat. Sungguh menakjubkan melihat bahwa data fam community telah muncul dengan segala sesuatu mulai dari lowongan pekerjaan hingga program mentoring. Sungguh menakjubkan bagaimana komunitas bersatu untuk mendukung satu sama lain dan mendukung dunia. Banyak pengunjung di luar sana yang membantu orang memanfaatkan data untuk dunia, untuk COVID, hingga untuk ketidaksetaraan rasial. Semua itu sungguh menakjubkan,” tuturnya.


 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 37 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 47 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia