Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tampak di layar Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba memimpin sidang pertemuan pertama DEWG G20. (IST)

Tampak di layar Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba memimpin sidang pertemuan pertama DEWG G20. (IST)

Delegasi DEWG G20 Sepakati Tata Kelola Data Global

Kamis, 31 Maret 2022 | 20:43 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Para delegasi pada Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital (Digital Economy Working Group/DEWG) G20 hari kedua dengan agenda pembahasan tentang arus data lintas batas negara menghasilkan kesepakatan penting tentang tata kelola data global.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kemenkominfo) Mira Tayyiba menyatakan, delegasi negara anggota G20 menyepakati tata kelola data global merupakan hal penting dalam mendukung pelindungan data pribadi, bisnis dan perdagangan internasional, serta arus data lintas negara.

Advertisement

"Delegasi sepakat bahwa kerangka tata kelola data global meliputi pelindungan data pribadi, privasi data, dan penghapusan hambatan perdagangan menjadi dasar untuk mendukung operasi bisnis, perdagangan internasional, serta arus data lintas negara," ujar dia, dalam Pertemuan Pertama DEWG G20 yang berlangsung hibrida di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, NTB, dikutip Kamis (31/03/2022).

Baca juga: Ini 3 Isu Prioritas DEWG Presidensi G20 Indonesia 2022

Mira yang juga menjadi Chair DEWG G20 menyampaikan, delegasi negara anggota G20 yang hadir secara virtual mendukung isu prioritas arus data lintas negara menjadi bahasan dialog multistakeholders sesuai rekomendasi Presidensi G20 Italia sebelumnya

"Delegasi mendukung upaya menemukan kesepahaman bersama tentang arus data dan identitas digital dalam lingkungan yang aman serta melanjutkan pembahasan dalam presidensi sebelumnya," jelasnya.

Dia menjelaskan beberapa hal penting yang menjadi perhatian delegasi negara anggota G20. Perhatian itu mengenai pertimbangan untuk tidak membuka diskusi tentang definisi trust dalam istilah Data Free Flow with Trust dan empat prinsip dalam arus data lintas negara.

"Namun, mereka fokus dalam praktik dan operasional untuk menghargai aturan yang berbeda-beda dari masing-masing negara G20," ungkap Mira.

Menurut Sekjen Kemenkominfo, para delegasi juga menyarankan G20 untuk mengambil langkah secara bertahap. Fokus pun dilakukan pada upaya yang tidak terlalu ambisius dengan berbagi kebijakan dan pengalaman berkaitan dengan tata kelola data.

Meskipun demikian, Mira meminta para delegasi untuk melanjutkan perkembangan terhadap isu tersebut sesuai konsep yang diajukan Presidensi G20 Indonesia.

"Isu arus data lintas negara merupakan isu yang cukup menantang. Kami akan meminta persetujuan Anda untuk melanjutkan masalah penting ini ke arah yang telah kami jabarkan melalui konsep yang diusulkan Presidensi G20 Indonesia," tandasnya.

Baca juga: Delegasi DEWG G20 Dukung Isu Konektivitas Pascapandemi

Berlangsung 2 Hari

Pertemuan Pertama DEWG G20 dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G Plate serta dipimpin oleh Chair DEWG Mira Tayyiba dan Alternate Chair Dedy Permadi.

Pertemuan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (29-30/03/2022),  itu diikuti secara virtual oleh delegasi negara-negara anggota G20 serta negara maupun organisasi internasional yang diundang.

Selain itu, para Global Knowledge Partners dan National Knowledge Partners turut menghadiri pertemuan ini untuk memaparkan hasil kajian terhadap masing-masing isu prioritas yang diangkat dalam DEWG. 

Dalam Presidensi G20 Indonesia, Kemenkominfo, sebagai pengampu DEWG G20, mendorong pembahasan tiga isu prioritas, yaitu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19 (Connectivity and PostCovid-19 Recovery), Kecakapan dan Literasi digital (Digital Skills and Digital Literacy), serta Arus Data Lintasnegara (Data Free Flow with Trust and Cross-Border Data Flow).

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN