Start-up Astro Raih Pendanaan Seri B US$ 60 Juta
JAKARTA, investor.id - Astro, start-up pengelola platform layanan pengiriman bahan makanan 15 menit yang berbasis di Jakarta, telah menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$ 60 juta. Dengan pencapaian ini, perusahaan pun telah memperoleh total pendanaan US$ 90 juta sejak perusahaan diluncurkan sembilan bulan lalu.
Putaran pendanaan seri B tersebut dipimpin oleh Accel, Citius, dan Tiger Global, dengan partisipasi dari investor lama, yakni AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed, dan Sequoia Capital India.
Kecepatan Astro dalam menarik investasi menunjukkan perlunya investasi awal yang besar dan kuat guna menopang ekspansi bisnis pengiriman bahan makanannya. Perusahaan perlu membangun infrastruktur logistik dengan cepat dan mengunci pelanggan setia di depan para pesaingnya.
Didirikan oleh veteran Tokopedia, Vincent Tjendra, Astro berencana untuk membelanjakan hasil pendanaannya tersebut untuk meningkatkan akuisisi pengguna, pengembangan produk, dan mempekerjakan lebih banyak staf karyawan dari sekitar 200 tim saat ini.
Astro saat ini telah beroperasi di sekitar 50 lokasi di wilayah Jabodetabek, wilayah dengan 30 juta penduduk, melalui armada yang ditopang oleh sekitar 1.000 pengemudi pengiriman. Pendapatan perfusahaan pun telah tumbuh lebih dari 10 kali lipat selama beberapa bulan terakhir dan unduhan aplikasinya mencapai 1 juta.
“Start-up Astro bersaing dengan pemain lama, antara lain Sayurbox, HappyFresh, dan TaniHub untuk memenangkan persaingan para pengguna. Pelanggannya mulai dari profesional yang bekerja hingga orang tua muda di rumah yang mencari kenyamanan,” kata Tjendra, dalam pernyataannya, dikutip techcrunch.com, Senin (30/5/2022).
Pengiriman bahan makanan dikenal menghabiskan banyak uang. Tetapi, Tjendra memperkirakan margin akan meningkat seiring dengan berkembangnya skala bisnis. Sumber pendapatan utama perusahaan adalah dari margin kotor yang diperoleh dari barang yang dijual dan biaya pengiriman yang dibayar pelanggan.
“Sebagian besar biaya bisnis berasal dari pengiriman yang akan turun seiring waktu saat kami menerapkan hub dan selanjutnya mengurangi area jarak pengiriman,” imbuhnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

