Jumat, 15 Mei 2026

Start-up Astro Raih Pendanaan Seri B US$ 60 Juta

Penulis : Abdul Muslim
30 Mei 2022 | 16:05 WIB
BAGIKAN
Start-up Astro yang menjanjikan pesanan sampai dalam 15 menitan ke konsumen. (IST)
Start-up Astro yang menjanjikan pesanan sampai dalam 15 menitan ke konsumen. (IST)

JAKARTA, investor.id - Astro, start-up pengelola platform layanan pengiriman bahan makanan 15 menit yang berbasis di Jakarta, telah menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$ 60 juta. Dengan pencapaian ini, perusahaan pun telah memperoleh total pendanaan US$ 90 juta sejak perusahaan diluncurkan sembilan bulan lalu.

Putaran pendanaan seri B tersebut dipimpin oleh Accel, Citius, dan Tiger Global, dengan partisipasi dari investor lama, yakni AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed, dan Sequoia Capital India.

Kecepatan Astro dalam menarik investasi menunjukkan perlunya investasi awal yang besar dan kuat guna menopang ekspansi bisnis pengiriman bahan makanannya. Perusahaan perlu membangun infrastruktur logistik dengan cepat dan mengunci pelanggan setia di depan para pesaingnya.

ADVERTISEMENT

Didirikan oleh veteran Tokopedia, Vincent Tjendra, Astro berencana untuk membelanjakan hasil pendanaannya tersebut untuk meningkatkan akuisisi pengguna, pengembangan produk, dan mempekerjakan lebih banyak staf karyawan dari sekitar 200 tim saat ini.

Astro saat ini telah beroperasi di sekitar 50 lokasi di wilayah Jabodetabek, wilayah dengan 30 juta penduduk, melalui armada yang ditopang oleh sekitar 1.000 pengemudi pengiriman. Pendapatan perfusahaan pun telah tumbuh lebih dari 10 kali lipat selama beberapa bulan terakhir dan unduhan aplikasinya mencapai 1 juta.

“Start-up Astro bersaing dengan pemain lama, antara lain Sayurbox, HappyFresh, dan TaniHub untuk memenangkan persaingan para pengguna. Pelanggannya mulai dari profesional yang bekerja hingga orang tua muda di rumah yang mencari kenyamanan,” kata Tjendra, dalam pernyataannya, dikutip techcrunch.com, Senin (30/5/2022).

Pengiriman bahan makanan dikenal menghabiskan banyak uang. Tetapi, Tjendra memperkirakan margin akan meningkat seiring dengan berkembangnya skala bisnis. Sumber pendapatan utama perusahaan adalah dari margin kotor yang diperoleh dari barang yang dijual dan biaya pengiriman yang dibayar pelanggan.

“Sebagian besar biaya bisnis berasal dari pengiriman yang akan turun seiring waktu saat kami menerapkan hub dan selanjutnya mengurangi area jarak pengiriman,” imbuhnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia