Sabtu, 4 April 2026

BOSNET Perkenalkan Solusi BOSNET NGE

Penulis : Abdul Muslim
22 Jun 2022 | 14:31 WIB
BAGIKAN
Perkenalan BOSNET NGE for FMCG Industry, Rabu (22/6/2022). Tampak Ari Royce Hidayat, Founder dan Komisaris BOSNET Distribution Indonesia (kiri) dan Dicky Anfiadi, CEO PT BOSNET Distribution Indonesia (kanan).(IST)
Perkenalan BOSNET NGE for FMCG Industry, Rabu (22/6/2022). Tampak Ari Royce Hidayat, Founder dan Komisaris BOSNET Distribution Indonesia (kiri) dan Dicky Anfiadi, CEO PT BOSNET Distribution Indonesia (kanan).(IST)

JAKARTA, investor.id - PT BOSNET Distribution Indonesia, salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia Indonesia sejak tahun 2017, memperkenalkan BOSNET Next Generation Ecosystem (BOSNET NGE) pada Rabu (22/6/2022).

Solusi tersebut merupakan sebuah platform yang dapat menghubungkan semua stakeholder dari industri fast moving consumer good (FMCG) agar dapat memiliki proses distribusi logistik yang terintegrasi dengan biaya lebih terjangkau dan transparan. BOSNET NGE pun mendukung pelaku industri FMCG menjalankan bisnisnya lebih efektif dan efisien.

Founder BOSNET Ari Royce Hidayat, yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri FMCG dan ritel Indonesia, mengatakan, selama lima tahun terakhir, channel online order di FMCG berkembang pesat. Semua pihak yang tidak mengadopsi channel ini pun  akan tertinggal.

Pada saat yang bersamaan, industri FMCG menghadapi tantangan besar dari sisi logistik karena biaya untuk memenuhi online order naik menjadi empat hingga enam kali lipat.

“Satu-satunya solusi untuk menjawab tantangan ini dengan menciptakan suatu platform untuk sharing distribution yang memungkinkan prinsipal FMCG menggandakan order dengan biaya setengahnya serta menambah keberadaan area logistik hanya dengan satu klik. Inilah alasan BOSNET NGE diciptakan,” ujar Ari, dalam pernyataannya.

BOSNET, sebagai Microsoft Indonesia Independent Software Vendor Partner of the Year pada 2021, menciptakan layanan sharing logistic untuk prinsipal FMCG yang memungkinkan terhubungnya keseluruhan proses logistik dan distribusi, mulai dari order, cashless payment, hingga kemampuan untuk melakukan paylater.

Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2012, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 30 prinsipal FMCG yang punya lebih dari 1.200 distributor dan grosir dengan transaksi sekitar Rp 100 triliun. Para prinsipal FMCG meliputi perusahaan nasional dan multinasional, mulai dari industri makanan, minuman, dan kesehatan.

Dengan BOSNET NGE, semua stakeholder di dalam ekosistem akan mendapatkan transparansi biaya berdasarkan transaksi yang terjadi di platform BOSNET. Platform ini mengusung metode software as a service (SaaS), di mana pengguna akan merasakan kemudahan tanpa khawatir mengenai infrastruktur server pendukungnya.

Ekosistem Industri

CEO PT BOSNET Distribution Indonesia Dicky Anfiadi menambahkan, BOSNET menindaklanjuti kolaborasi antara Telkom dan Microsoft dengan teknologi Microsoft yang dapat mendukung ekosistem industri FMCG melalui platform BOSNET NGE.

“Yang unik dari platform ini adalah netralitasnya. Karena, platform ini dikelola oleh BOSNET Distribution Indonesia sebagai pihak yang netral, tidak akan terjadi benturan kepentingan antarprinsipal FMCG dalam ekosistem kami,” tutur Dicky.

Menurut dia, para prinsipal FMCG di platform tersebut akan mendapatkan manfaat untuk channel pemasaran yang baru, dapat membidik market yang tepat dan jelas, serta memenuhi kebutuhan pelanggan online order dengan biaya logistik yang paling kompetitif.

“Inilah sebabnya mengapa BOSNET NGE adalah ekosistem yang kehadirannya sangat diperlukan bagi industri FMCG Indonesia,” ungkapnya.

Dari sisi teknologi, platform BOSNET NGE menggunakan Microsoft Azure sebagai infrastruktur utama. Dengan begitu, solusi ini dapat melakukan auto scale, atau mengikuti dinamika kondisi industri FMCG dengan deployment yang mudah.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 7 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 16 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 53 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia