Jumat, 24 Maret 2023

Kemenkominfo Gelar Pekan Literasi Digital di Kota Palopo

Indah Handayani
20 Sep 2022 | 09:27 WIB
BAGIKAN
Kemenkominfo bersama Pemerintah Kota Palopo berkolaborasi dalam kegiatan bertajuk Pekan Literasi Digital di Kota Palopo
Sumber: Istimewa
Kemenkominfo bersama Pemerintah Kota Palopo berkolaborasi dalam kegiatan bertajuk Pekan Literasi Digital di Kota Palopo Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Pemerintah Kota Palopo berkolaborasi dalam kegiatan bertajuk ‘Pekan Literasi Digital di Kota Palopo’. Kegiatan dilaksanakan pada 6 September 2022, di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Pekan Literasi Digital ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai Literasi Digital kepada lebih dari 700 peserta perwakilan masyarakat dan komunitas di Kota Palopo.

Walikota Palopo Judas Amir mengatakan, Pekan Literasi Digital ini sangat penting untuk mendorong peningkatan pengetahuan teknologi dan informasi masyarakat Indonesia. Menurutnya, Literasi Digital merupakan sebuah proses persiapan sumber daya manusia untuk memanfaatkan teknologi baru dan diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang cerdas dan cakap menggunakan teknologi digital. Sehingga masyarakat bisa menggunakan teknologi dengan bertanggung jawab.

Untuk itu, lanjut Judas, jangan hanya berhenti pada pemahaman dan penggunaan teknologi digital saja, tetapi harus memiliki integritas dan mengetahui etika digital. Jika hanya tahu bagaimana menggunakan teknologi digital tanpa mengetahui etikanya, maka itu bisa menjadi factor yang menyebabkan kejahatan siber, penyebaran berita bohong dan kejahatan lainnya.

“Oleh karena itu, pemerintah harus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dengan etika dan nilai-nilai kebenaran tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan,” ungkapnya dalam keterangan pers, Selasa (20/9/2022).

Rektor IAIN Kota Palopo Abdul Pirol menegaskan, dengan berkembangnya media digital, kita bisa mengalami banjir informasi jika tidak digunakan secara cerdas dan bijak. Media digital juga dapat menyebabkan kelelahan dan kehilangan semangat untuk melanjutkan aktivitas atau bekerja. Belum lagi, dengan kelimpahan informasi itulah, sulit membedakan mana info yang benar atau hoaks.

“Jika menggunakan media digitalnya tidak tahu waktu, kecanduan, kita tidak bisa membedakan mana yang harus kita kerjakan dan mana yang harus kita tinggalkan. Untuk itu, kita perlu memahami Literasi Digital ini dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Abdul.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Bumi Resources (BUMI) Bikin Hattrick terkait ESG

Bumi Resources (BUMI) berhasil membuat hattrick terkait tata kelola, sosial, dan lingkungan (environmental, social, and governance/ESG).
International 3 jam yang lalu

Pendapatan dan Saham Supermicro Terus Tumbuh Selama Tiga Tahun

Harga saham Supermicro di bursa Nasdaq yang berkode SMCI telah melonjak 487% dalam tiga tahun.
National 3 jam yang lalu

Menteri Kesehatan Ungkap Adanya Bisnis Izin Praktik Dokter, DPR: Usut Tuntas!

DPR mendesak agar bisnis Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) dokter harus diusut sampai tuntas.
National 3 jam yang lalu

RUU Kesehatan Belum Signifikan Dorong Penambahan Jumlah Dokter Spesialis

Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) masih menemukan pasal di RUU Kesehatan yang menghambat penambahan dokter spesialis di Indonesia.
Business 3 jam yang lalu

APLSI dan PwC Indonesia Gelar Diskusi Perdagangan Karbon

APLSI dan PwC Indonesia mengadakan diskusi panel dengan tema Pelaksanaan Teknis dalam Perdagangan Karbon pada Subsektor Pembangkit Listrik.
Copyright © 2023 Investor.id