Jumat, 15 Mei 2026

Di BNI Investor Daily Summit, Dirut Telkom (TLKM) Beberkan Peluang Ekonomi Digital

Penulis : Emanuel Kure
11 Okt 2022 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah saat BNI Investor Daily Summit 2022. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah saat BNI Investor Daily Summit 2022. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan ekonomi digital yang sangat besar. Hal itu tergambar dari jumlah pengguna internet dan penetrasi mobile phone di Indonesia. Dengan fasililitas ini, masyarakat Indonesia bisa memaksimalkan potensi pasar melalui digital, yang berujung pada meningkatnya nilai ekonomi digital Indonesia.

“Pengguna internet Indonesia saat ini 202,6 juta, sedangkan jumlah mobile phone sekitar 345 juta. Karena saat ini, satu orang mempunyai dua mobile phone. Dan tiga besar penggunaan internet itu, berasal dari pengguna media sosial, video, dan e-commerce. Adopsi e-commerce juga luar biasa. Jadi, ini menjadi opportunity bagi kita,” kata Ririek Adriansyah, direktur utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam acara BNI Investor Daily Summit 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Menurut Ririek, Indonesia belum memanfaatkan digitalisasi secara maksimal. Ini juga dilihat sebagai opportunity ke depannya, apabila bisa dimaksimalkan potensi digital. Ada beberapa masaalah yang berhasil diidentifikasi, yaitu pemerintahan kita belum sepenuhnya digital. Selain itu, masyarakat juga belum sepenuhnya digital.

ADVERTISEMENT

“Masalahnya di mana? Pertama, pemerintahan kita belum terlalu digital, jadi spending masih negatif/rendah. Di masyarakat juga spending-nya cukup rendah. Ini sebenarnya baik dan buruk. Jadi, ini membuat kita kalah dengan beberapa negara di Asean. Tetapi baik, karena opportunity masih besar,” jelas dia.

Lebih lanjut Ririek mengatakan, infrastruktur yang belum masif juga menjadi tantangannya, sehingga cakupan masih menantang. “Bagi para pelaku, sudah merasakan, saya yakin teman-teman dari Grab juga merasakan challenging. Tetapi ini harus dilihat sebagai opportunity ke depannya,” ujar Ririek.

Dia mengakui, dari sisi persaingan dengan negara-negara Asean, tertutama dari sisi digital, Indonesia masih berada di bawah. Namun, tak bisa dipungkiri potensi Indonesia masih sangat besar ke depannya.

“Dari semua itu, kita secara competitiveness, negara kita masih cukup di bawah. Tetapi ini bukan sesuatu yang buruk, tetapi baik, karena potensi ke depannya masih luar besar,” ujar Ririek.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia