Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Digital Indonesia Bisa Kalahkan Tiongkok

Penulis : Emanuel Kure
11 Okt 2022 | 19:44 WIB
BAGIKAN
Dari kiri ke kanan, Managing Director Grab Neneng Goenadi, Wakil Direktur Utama B Universe Apreyvita D Wulansari, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Senior Partner Northstar Group Sunata Tjiterosampurno, dan Moderator Fristian Griec saat Investor Daily Summit 2022. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Dari kiri ke kanan, Managing Director Grab Neneng Goenadi, Wakil Direktur Utama B Universe Apreyvita D Wulansari, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Senior Partner Northstar Group Sunata Tjiterosampurno, dan Moderator Fristian Griec saat Investor Daily Summit 2022. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.idCountry Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengungkapkan, nilai ekonomi digital Indonesia bisa mengalahkan Tiongkok. Karena Indonesia memiliki kekuatan digitalisasi yang masif. Bahkan, digitalisasi Indonesia sudah masuk ke pasar-pasar, bahkan hingga kota-kota pelosok di Indonesia.

“Nah, Kita harus bangga, karena opportunity for us, is rich. Apalagi kita kerja bersama. Telkom ada infrastruktur, terus ada investornya dari pak Nata (Sunata Tjiterosampurno, Senior Partner Northstar Group). Ini kalau kita lihat, kalau orang mengatakan, Indonesia bisa menjadi big fourit will happen. Dan saya percaya, kita juga bisa mengalahkan China (Tiongkok), karena semua kota-kota kecil sudah maju. Karena bisnis kami sudah sampai di kota kecil, driver, merchant kami ada di kota kecil,” kata Neneng dalam acara Investor Daily Summit 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Neneng juga mengungkapkan mengenai digitalisasi di Indonesia. Menurut dia, kekuatan digitalisasi Indonesia terlihat karena Indonesia diperhitungkan di Asean. “Karena Google mengatakan, bahwa ekonomi digital Indonesia akan double di 2030. Penentrasi internet di pandemi itu 64%, post pandemi 74%, akselerasi cepat banget. Jadi kalau kita bisa bilang, pandemi ada blessing in disguise. Populasi masyarakat muda Indoneisa yang memahami seluler juga tinggi, ini memicu ledakan ekonomi digital,” ujar Neneng.

ADVERTISEMENT

Neneng juga menceritakan, kiprah Grab dalam melakukan proses digitalisasi di Indonesia. Di Grab, kata dia, pihaknya banyak melakukan on boarding kepada para pedagang pasar. Bahkan, saat ini sekitar 5.200 pedagang pasar yang sudah di-on board.


“Kalau di Grab, saya lihat, saat pandemi, pedagang pasar saat pandemi susah, akhirnya kita on board mereka ke paltform kita, itu penghasilan mereka naik 6 kali lipat, dari biasanya Rp 15 juta per bulan menjadi Rp 120 juta. Itu mpok Siska di pasar Tomang, Jakarta. Jadi improvement-nya luar biasa. Kenapa, karena pada waktu pandemi eggak ada yang datang, terus kita on board, kebetulan mereka itu juga main Instagram, pelanggan-pelanggan yang enggak berani datang ke pasar, itu mereka akhirnya mesan lewat platform Grab mart. Jadi sekarang itu kita sudah 5.200 pasar yang kita on board,” terang Neneng.

Lebih jauh, Neneng menuturkan, kalau ditanya apakah Indonesia digitalisasi sudah maju? jawabanannya, iya. Karena, meski dalam pasar sekalipun, saat ini sudah bisa menggunakan digital.

“Dan kalau mengatakan bahwa kami punya tim, kami bilang bahwa masa depan besar Indonesia ada di kota kecil. Artinya apa? Sekarang di kota-kota kecil mereka sudah melek digital, seperti di Kupang, Jayapura dan lainnya. Dan di sana, survei, mengatakan, terangnya lebih lama. Artinya ekonominya jalan kalau terangnya lebih lama. Karena malam-malam masih tetap ada yang jualan. Jadi siapa yang mengatakan bisnis itu ada di kota besar, sekarang enggak, ada juga di kota kecil juga. Jadi itu sesuatu hal yang sangat menggembirakan,” tandas Neneng.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia