Jumat, 15 Mei 2026

Thuraya Jajaki Pasar IoT untuk Maritim dan Pertahanan RI

Penulis : Fajar Widhiyanto
3 Nov 2022 | 20:20 WIB
BAGIKAN
Sulaiman Al Ali, Chief Commercial Officer Thuraya (kanan) dan AVP Marketig Communication Thuraya, Raouf Khalife di ajang pameran pertahanan Indo Defence Expo & Forum di Jakarta, Kamis (3/11/2022). Foto: Majalah Investor/Fajar Widhiyanto
Sulaiman Al Ali, Chief Commercial Officer Thuraya (kanan) dan AVP Marketig Communication Thuraya, Raouf Khalife di ajang pameran pertahanan Indo Defence Expo & Forum di Jakarta, Kamis (3/11/2022). Foto: Majalah Investor/Fajar Widhiyanto

JAKARTA, Investor.id - Thuraya, anak usaha layanan satelit seluler Al Yah Satelit PJSC berbasis di UEA (Uni Emirat Arab) menjajaki potensi kerja sama dengan Pemerintah RI, dan menawarkan sejumlah teknologi berbasis satelit yang diyakini akan membantu sejumah sektor industri, termasuk pertahanan serta bidang search and rescue (SAR). Berdiri pada tahun 1997, selaku operator satelit pertama di UEA, Thuraya menawarkan solusi komunikasi inovatif untuk berbagai sektor termasuk energi, pemerintah, media penyiaran, maritim, militer, kedirgantaraan, dan LSM Kemanusiaan.

Disampaikan Sulaiman Al Ali, Chief Commercial Officer Thuraya di ajang pameran pertahanan Indo Defence Expo & Forum di Jakarta, Kamis (3/11/2022), dua satelit Thuraya telah melayani lebih dari 160 negara dari benua Eropa, Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Asia.

“Sejumlah solusi yang tersedia pada perangkat kami, salah satunya amat berguna untuk industri perikanan tangkap. Selama ini banyak sekali musibah yang melibatkan para nelayan di laut. Saat mereka bekerja juga kerap harus menghabiskan waktu hingga sebulan di laut. Dengan perangkat dari Thuraya, kita bisa segera mengetahui keberadaan mereka dengan cepat,” kata Sulaiman.

Berbasis satelit yang dimiliki, kata Sulaiman, Thuraya mampu menyediakan solusi komunikasi dan konektivitas IoT (Internet of Things) dengan karakter low power, wide area, berbiaya rendah dan simpel. Teknologi inilah yang diharapkan bisa digunakan oleh industri perikanan tangkap di Tanah Air, yang memudahkan komunikasi dari darat ke perairan bebas di mana para nelayan dan pelaku industri perikanan beroperasi.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, AVP Marketig Communication Thuraya, Raouf Khalife memaparkan, perangkat yang sama juga bisa digunakan untuk misi pencarian atau search and rescue, yang salah satunya menjadi tugas utama Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Raouf menyebut perangkat Thuraya Orion IP yang biasa digunakan di industri kemaritiman dan perikanan, bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri kemaritiman. “Hanya membutuhkan perangkat yang simpel seperti perangkat telepon biasa dan pemancar kompak, mudah dipasang dan cepat sehingga para nelayan tau industri maritim bisa seger menggunakannya setelah dipasang,” ujarnya.

Pada perangkat Orion IP ini, terdapat tombol “Help” berwarna merah, yang jika ditekan selama tiga detik, maka alat tersebut akan memancarkan sinyal ke seluruh perangkat radar di sekitarnya. “Setelah tombol ini ditekan, informasi lokasi berupa kordinat akan terkirim ke semua perangkat radar di sekitar. Sehingga jika terjadi musibah upaya pertolongan bisa dilakukan dengan cepat,” imbuh Raouf. Begitupun di dunia militer, Thuraya menyiapkan perangkat yang bisa memberikan informasi pergerakan pasukan, termasuk pasukan musuh.

Sejatinya Thuraya bukanlah pemain yang tak dikenal di Tanah Air. Setidaknya perusahaan pelayaran pelat merah PT PELNI diberitakan akan menggunakan back up teknologi dari Thuraya Orion IP agar dapat memantau aktivitas dan operasional serta berkomunikasi dengan kru di kapal yang beroperasi.

Berikutnya, Thuraya juga disebutkan Raouf ikut berperan dalam menunjang operasi BASARNAS dalam pencarian korban dan puing-puing pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di dekat Selat Karimata pada 2014 silam. “Solusi Thuraya Broadband Data bersama dengan Thuraya NettedComms menyediakan kemampuan ‘Push to Talk’ (PTT) yang memungkinkan penggunanya segera berbicara dengan sekelompok penyelamat. Pengerahan solusi tersebut untuk BASARNAS sangat berharga dan mudah digunakan dengan pelatihan minimal,” ujar Raouf.

Untuk mendukung konektivitas dari perangkat dan solusi yang ditawarkannya, Thuraya telah menjalin kerja sama dengan 400 operator telekomunikasi secara global.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia