Jumat, 15 Mei 2026

John Riady : Ekonomi Digital Terus Tumbuh, Meski Valuasi Turun dan Diterjang Gelombang PHK

Penulis : Novy Lumanauw
8 Nov 2022 | 14:07 WIB
BAGIKAN
 Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady

JAKARTA, investor.id – Dunia startup sampai saat ini  masih dirundung isu  pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul rontoknya pendanaan sektor digital. Fenomena ini muncul  bukan karena pecahnya gelembung yang akan merontokkan  pertumbuhan ekonomi digital, melainkan  reposisi bagi investasi ke depan.

Berdasarkan Vantage Pada  Kuartal III-2022, aliran investasi ke sektor teknologi digital kembali seret. Berdasarkan Data Vantage, pendanaan modal ventura ke startup di Asia Tenggara (Asean) sebesar  US$ 3,72 miliar atau  turun 36,4% secara year on year (yoy).

Sejak Januari hingga September 2022, total investasi startup di kawasan Asean mencapai US$12,68 miliar, turun 16,4% yoy. Sebaliknya jumlah transaksi pendanaan baik secara kuartalan maupun periode tahun berjalan justru mengalami kenaikan.

ADVERTISEMENT

“Fenomena siklikal yang terjadi akibat munculnya  arus balik dari pertumbuhan cepat valuasi perusahaan teknologi digital,” kata Direktur Eksekutif Lippo Group sekaligus praktisi modal ventura John Riady di Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Ia mengatakan, valuasi yang cenderung tinggi itu telah memicu terjadinya inflasi nilai, yang  pada akhirnya terjadi penurunan valuasi secara cepat perusahaan-perusahaan teknologi digital.

Di sisi lain, John mengungkapkan kondisi saat ini jauh berbeda dengan fenomena bubble yang terjadi pada akhir 90’an, dimana aliran investasi jumbo masuk ke dalam sektor digital.

“Saat itu, bubble dotcom terjadi, valuasi turun, dan secara riil belum terdapat infrastruktur yang mendukung pengembangan lebih jauh. Saat ini, digitalisasi terjadi di semua lini, dan mengubah banyak pola kehidupan,” ungkapnya.

Menurut John,  saat situasi perekonomian global diprediksi bakal mengalami kontraksi akibat perang serta imbas pandemi, hal itu merembet kepada likuiditas serta investasi startup. “Investor lebih hati-hati, tidak lagi sekadar euforia digital, melainkan cermat menggandeng mitra perusahaan teknologi digital,” tambahnya.

Strategi Investasi

John mengatakan, sejak semula Capital Ventura sebagai lengan investasi digital Lippo Group menerapkan berbagai strategi investasi yang kini diadopsi secara umum.

Menurut John, sewaktu banjir investasi digital, Lippo Group tidak tergiur mengikuti arus, melainkan taat pada dua prinsip utama.

Pertama, lanjutnya, investasi yang dilakukan Lippo Group mengarah kepada startup yang digawangi para inovator yang visioner. “Artinya, mereka mengembangkan perusahaan rintisan tidak sekadar melirik valuasi dan investasi, melainkan berniat menciptakan perubahan yang besar dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Hal kedua, tegas John, dari karakter para pendiri usaha rintisan akan tampak visi untuk memberikan solusi bagi kehidupan sosial. “Semangat ini akan membuat usaha rintisan selalu relevan, selalu menghadirkan solusi dan inovasi,” katanya.

Lebih jauh, John mengatakan fenomena bubble yang saat ini terjadi merupakan ujian bagi para pelaku startup sekaligus investor. “Bagi investor, di tengah ketidakpastian seperti saat ini, cenderung main aman apalagi sewaktu The Fed menaikkan suku bunga. Sedangkan bagi para pelaku startup, harus pintar mencari mitra investor yang bisa berkolaborasi secara strategis,” simpulnya.

Di sisi lain, berbagai lembaga riset menilai pertumbuhan ekonomi digital untuk kawasan Asean masih cukup kuat. Mengacu riset Google dan Bain & Company, nilai transaksi ekonomi digital Asean mencapai US$200 miliar pada 2022, tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Terkait prospek ke depan, John menilai ekonomi digital masih tetap cerah, terutama buat Indonesia. “Indonesia mengambil porsi lebih dari separuh Asean, kita punya populasi produktif yang sangat besar diiringi penetrasi internet cukup masif. Katalis lainnya, saat ini pembangunan infrastruktur sangat berhasil yang akan menumbuhkan berbagai pusat pertumbuhan baru secara nasional,” simpulnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia