10 Petenis Top Dunia Cetak Pendapatan US$ 340 Juta
JAKARTA, investor.id – Meski diterpa pandemi Covid-19 sehingga memaksa sebagian besar petenis top dunia memilih tidak bertanding di ajang bergengsi, 10 petenis top dunia masih mampu mencetak pendapatan total US$ 340 juta atau setara Rp 5 triliun (kurs, Rp 14.770).
Pandemi Covid-19 telah menyerang dunia tenis dengan sangat keras. Ini adalah olahraga global yang membutuhkan banyak perjalanan internasional.
Secara finansial, pemain tenis pada dasarnya adalah kontraktor independen, tanpa bantuan yang bisa diandalkan di masa-masa sulit. Tak heran apabila olahraga tersebut telah membentuk Dana Bantuan Pemain untuk mendistribusikan lebih dari US$ 6 juta untuk membantu 800 pemain profesional yang berjuang menghadapi tidak adanya hadiah uang.
Tetapi para pemain paling top tidak memiliki kekhawatiran ini. Tengok Roger Federer. Petenis Swiss berusia 39 tahun, yang tidak berkompetisi di 2020 Open saat pulih dari operasi lutut, langsung mendarat di puncak peringkat Forbes untuk petenis berbayar tertinggi dengan pendapatan sebelum pajak US$ 106,3 juta antara Juni 2019 dan Juni 2020.
Bahkan tidak hanya sebagai pemain tenis berpenghasilan tertinggi di dunia, Federer juga menjadi atlet dengan pendapatan tertinggi di planet ini. Padahal ia hanya bermain di 10 turnamen ATP selama Juni 2019 dan Juni 2020.
Phil de Picciotto, pendiri dan presiden Stamford, Connecticut-agen olahraga berbasis Octagon, mengatakan petenis papan atas biasanya ,abadi di level elite dunia. Hal ini sangat membantu dalam membangun dan menumbuhkan nilai merek.
“Mereka juga yang terbaik di dunia dalam apa yang mereka lakukan dengan dasar yang dapat diukur, dan orang-orang menyukai yang terbaik,” ungkapnya dikutip Forbes.
Sebagian besar kontrak sponsor tenis dibuat dengan jaminan rendah dengan bonus untuk pertunjukan turnamen dan peringkat dunia. Kemenangan Grand Slam dapat memicu bonus tujuh digit.
Sebaliknya, ada pengurangan ketika pemain tidak memenuhi persyaratan bermain minimum, karena cedera atau pandemi. Tapi bintang-bintang terbesar mengunci jaminan besar dan sebagian besar kebal terhadap pengurangan.
Federer memperoleh lebih dari 95% penghasilannya di luar lapangan tahun ini. Juara 20 kali Slam berpisah dari raksasa sepatu Nike pada 2018 dan menandatangani kontrak 10 tahun dengan merek pakaian Jepang Uniqlo. Bahkan, Uniqlo kabarnya menjanjikan bayaran US$ 300 juta tak peduli dia bermain tenis atau tidak.
Sedangkan Novak Djokovic mendarat di posisi kedua dalam daftar dengan memperoleh US$ 44,6 juta. Sebanyak 72% dari angka tersebut berasal dari sponsor dan biaya penampilan. Djokovic sempat terjangkit Covid-19 pada Juni lalu.
Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Rafael Nadal yang memperoleh US$ 40 juta. Dari pendapatannya tersebut, sebsar 65% diraihnya dari luar lapangan. Secara keseluruhan, 10 pemain teratas mengantongi gabungan US$ 340 juta. Bahkan, angka itu naik dari US$ 312 juta tahun lalu.
Tenis mewakili demografis yang menarik secara umum untuk pemasar, berkat audiens kaya yang terbagi rata antara pria dan wanita. Hal ini tentu saja jarang terjadi dalam olahraga bergengsi lainnya.
Tak heran apabila hanya di tenis para atlet wanita masuk dalam jajaran top 10 besar. Sebut saja Naomi Osaka dari Jepang berada di peringkat keempat (US$ 37,4 juta) dan Serena Williams (No. 5, US$ 36 juta). Keduanya berkompetisi di US Open, tetapi dua atlet wanita berpenghasilan tinggi lainnya melewati turnamen ini. Keduanya adalah Ashleigh Barty (No. 7, US$ 13,1 juta) dan Simona Halep (No. 10, US$ 10,9 juta).
Top 10 Pendapatan Tertinggi Petenis Dunia 2020
1. Roger Federer US$ 106,3 juta
2. Novak Djokovic US$ 44,6 juta
3. Rafael Nadal US$ 40 juta
4. Naomi Osaka US$ 37,4 juta
5. Serena Williams US$ 36 juta
6. Kei Nishikori US$ 32,1 juta
7. Ashleigh Barty US$ 13,1 juta
8. Danil Medvedev US$ 11,8 juta
9. Dominic Thiem US$ 11,1 juta
10. Simona Halep US$ 10,9 juta
Sumber : Forbes
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

