Jumat, 15 Mei 2026

Bukan Obat, Tapi Gula Darah Tak Terkontrol Jadi Biang Keladi Kerusakan Ginjal

Penulis : Mardiana Makmun
21 Nov 2021 | 22:30 WIB
BAGIKAN
Pengukuran Gula Darah
Pengukuran Gula Darah

JAKARTA, Investor.id – Anggapan obat diabetes menjadi penyebab kerusakan ginjal salah besar. Faktanya adalah justru kadar gula darah tak terkontrol yang menjadi biang keladi rusaknya ginjal hingga berujung cuci darah.

“Ada mitos kalau gunakan obat obatan terus akan merusak ginjal. Jadi, banyak yang minta ke saya, ‘Dok, saya gak mau pake obat ini karena takut ginjal rusak, takut cuci darah’. Padahal yang merusak ginjal adalah karena kadar gula darahnya tidak terkontrol sehingga menyebabkan komplikasi ke ginjal. Memang ada obat-obatan tertentu yg tak boleh diberikan bila fungsi ginjalnya dan jantungnya tidak bagus. Oleh karena itu, harus diperiksa dulu kondisi ginjalnya seperti apa, supaya pemberian obatnya tepat,” ujar Prof dr Sidartawan Soegondo MD PhD dalam edukasi ‘Cegah Dini Komplikasi Ginjal Pada Diabetes’ yang digelar Kalbe dalam rangka Hari Diabetes Sedunia, pekan ini.

Sepakat dengan Prof Sidartawan, dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH juga menegaskan, penyebab kerusakan ginjal pada penderita diabetes bukan lah obat diabetes atau hipertensi. “Obat diabetes bukan perusak insulin dan ginjal. Penyebab utama gagal ginjal atau cuci darah adalah hipertensi dan gula darah yang tidak terkontrol dan sering datang bersamaan. Gagal ginjal bisa dicegah sejak dini dengan mengendalikan dan mengontrol gula darah sesuai target, pembatasan protein yang dikonsumsi setiap hari, dan melakukan pengobatan yang tepat sesuai gejala,” ujar dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH.

Dr Tunggul menyebut, data Indonesia Renal Registred mengungkap penyebab utama gagal ginjal hingga sampai cuci darah adalah hipertensi dan kadar gula yang tak terkontrol. Jadi hipertensi dan kadar gula tak terkontrol/diabetes ini berteman. Memang biang keladinya diabetes tapi korbannya banyak sekali.

ADVERTISEMENT

“Sebanyak 2 dari 3 pasien yang cuci darah, penyebabnya adalah diabetes dan hipertensi yang sering datang bersama-sama. Jadi, bisa mencegah dan mengendalikan gula darah dan hipertensi dengan baik, akan mencegah terjadinya komplikasi penyakit lain, termasuk gagal ginjal sehingga tidak terjadi cuci darah,” tegas dr Tunggul

.Progresif

dr Tunggul mewanti-wanti, penting sekali mencegah terjadinya gagal ginjal. “Penyakit ginjal sifatnya progresif, semakin lama semakin rusak. Termasuk penyakit ginjal akibat komplikasi diabetes. Kalau sudah terkomplikasi ke ginjal, maka itu akan progresif. Yang bisa kita lakukan adalah memperlambat progresifitasnya,” ujar dr Tunggul.

Yang terbaik, kata dr Tunggul, adalah mencegah saat belum ada gejalanya. Secara kasat mata, sangat mudah mengetahui apakah ginjal sudah terkomplikasi atau belum, yaitu dengan memeriksa urin. “Jadi, bisa terlihat apakah ginjalnya terkena atau tidak dengan melihat apakah kencingnya ada busa atau tidak? Kalau berbusa, artinya ada kecovoran ginjal sehingga protein masuk ke urin. Kalau sudah berbusa, itu sudah irreversible, sudah progresif, sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat kerusakanya menjadi semakin parah,” tegas dr Tunggul.

Namun sebelum terjadi busa atau kebocoran ginjal, tegas Tunggul, sebaiknya lakukan pemeriksaan mikroalbuminuria. “Pemeriksaan ini untuk melihat apakah protein dari ginjal sudah bocor ke urin. “Jadi, pengendalian kadar gula darah di bawah 126 mg/dl dan pengendalian tekanan darah, akan mencegah komplikasi ke ginjalnya,” ujar dr Tunggul.

Ketika sudah terjadi komplikasi, dr Tunggul menegaskan, mau tak mau adalah meringankan kerja ginjal dengan konsumsi protein yang dibatasi. “Untuk mendukung pasien diabetes, Kalbe memberikan solusi nutrisi nephrisol untuk memenuhi kebutuhan gizi harian tanpa memperberat kerusakan ginjal,” tandas Mindo Fuji Gloria,product manager Kalbe.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia