Jumat, 15 Mei 2026

Bumame Farmasi Mohon Maaf atas Kesalahan Hasil Tes

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Feb 2022 | 23:13 WIB
BAGIKAN
Seorang pria akan melakukan swab test di Laboratorium Bumame Farmasi. ( Foto: Istimewa )
Seorang pria akan melakukan swab test di Laboratorium Bumame Farmasi. ( Foto: Istimewa )

JAKARTA, investor.id – Bumame Farmasi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh insiden kesalahan administrasi di salah satu cabangnya, yang telah banyak beredar di berbagai media.

“Hal tersebut memang benar terjadi karena adanya kesalahan pengiriman hasil tes kepada pelanggan yang mempunyai nama yang sama, disebabkan karena kesalahan administrasi dari tim kami di lapangan,” demikian pernyataan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (3/2).

Ditambahkan bahwa Bumame dengan cepat dan tegas menindaklanjuti masalah ini dengan memperkuat SOP yang diterapkan kepada seluruh tim Bumame untuk memastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi.

ADVERTISEMENT

Sebagai penyedia Tes PCR dan Antigen Swab terkemuka dan terpercaya di Indonesia, Bumame akan terus selalu mengevaluasi dan berinovasi untuk memastikan pelayanan dan keamanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengertiannya dan berharap untuk terus membangun kepercayaan Anda semua kepada kami. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, semoga kita semua diberikan kesehatan di masa-masa sulit ini,” katanya.

Seperti diketahui media sosial telah diramaikan dengan sebuah video yang menunjukkan seorang perempuan mengajukan protes kepada staf Bumame Farmasi karena memberikan hasil tes PCR palsu. Perempuan yang diketahui bernama Zakiah itu menyebut, bahwa ia menerima hasil tes Covid-19 yang dinyatakan positif padahal dirinya belum menjalani tes.

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kasus tes polymerase chain reaction (PCR) yang terjadi di Bumame merupakan kewenangan pemerintah daerah. Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Nadia juga menyebut pengawasan terhadap lembaga yang mengadakan tes swab PCR atau antigen dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, khususnya dinas kesehatan.

"Ini pengawasan dari pemerintah daerah dan dinas kesehatan," kata Nadia dilansir dari Beritasatu.com, Kamis.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia