Jumat, 15 Mei 2026

Pelatihan ECHO Tingkatkan Akses dan Kualitas Penanganan Kanker 

Penulis : Happy Amanda Amalia
20 Jul 2022 | 12:33 WIB
BAGIKAN
Virus kanker. Foto ilustrasi: IST
Virus kanker. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id – Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais menginisiasi pelatihan model Extension for Community Health Outcomes (ECHO) yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas penatalaksanaan kanker secara nasional. Telementoring ECHO ini sendiri mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan RI serta bekerja sama dengan Roche Indonesia.

Disampaikan dalam keterangan bahwa model telementoring ECHO merupakan bagian dari Project ECHO, yakni sebuah program kemitraan strategis guna meningkatkan akses dan kualitas penanganan kanker, juga mendorong akselerasi pengembangan jejaring kanker nasional.

Dalam pelaksanannya, program telementoring ECHO menggunakan pendekatan berbagi pengetahuan antara ahli di rumah sakit pengampu (hub) dan klinisi di daerah yang diampu (spoke) seputar kasus-kasus kanker yang ditangani sebelumnya. Prinsip pembelajaran model ECHO ini memberdayakan teknologi untuk mengatasi keterbatasan sumberdaya (Amplification), berbagi Best practices untuk mengurangi kesenjangan, belajar dengan Case-based learning dan memonitor hasil pembelajaran dengan web-based Database. Harapannya, kapasitas tenaga medis di seluruh wilayah dapat terus bertumbuh, sehingga pasien bisa menerima perawatan kanker yang tepat dan cepat di mana pun mereka berada di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, saat ini jumlah dokter spesialis penyakit hematologi-onkologi medik di Indonesia hanya berjumlah 188 orang, sementara itu jumlah spesialis bedah onkologi hanya 202 orang. Angka ini sangat jauh di bawah kebutuhan masyarakat Indonesia akan bantuan terhadap kanker, yaitu sekitar 0,07 dari 100 ribu penduduk.

Pelatihan ECHO Tingkatkan Akses dan Kualitas Penanganan Kanker 
Tenaga kesehatan yang bertugas mengambil sample swab di sebuah lab pemeriksaan Covid-19 berbayar di Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Angka itu pun masih tergolong sangat rendah dibandingkan dengan yang direkomendasikan oleh UK Royal College of Physician, yaitu sebesar 1,42 untuk tiap 100 ribu penduduk. Jumlah tenaga medis profesional juga tidak merata di geografis Indonesia. Selain itu, teknologi yang terus berkembang tetapi tidak didukung dengan pembaharuan fasilitas dan informasi di wilayah-wilayah kecil turut mengakibatkan keterbatasan dalam penanganan pasien kanker.

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. drg. Arianti Anaya, M.K.M., menjelaskan, sebenarnya, program telementoring ECHO dapat dikatakan sebagai kendaraan yang cepat untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melayani pasien kanker di fasilitas kesehatan. Karena pada praktiknya, tim ahli akan memberikan pendampingan klinis secara virtual, meningkatkan kapasitas bagi penyedia layanan kesehatan agar dapat melakukan penanganan terbaik bagi masyarakat yang belum terlayani di wilayahnya. Dengan demikian, pasien kanker yang berada di wilayah dengan akses terbatas tersebut, tetap bisa mendapatkan pertolongan atau perawatan pertama dan secukupnya, sebelum atau tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni guna tindakan lebih lanjut.

“Program telementoring ECHO ini sangat baik dan ditunggu-tunggu untuk kita melakukan transformasi kesehatan. Kami mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah, publik dan swasta untuk terus berupaya mendorong akselerasi pengembangan deteksi dini dan pengobatan kanker,” ungkap drg. Arianti.

Arianti pun sangat mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi yang baik bersama Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais dan Roche Indonesia selama menjalankan Project ECHO di Indonesia. Ia pun berharap, seiring berjalannya program ini bakal lebih banyak lagi tenaga kesehatan dan rumah sakit yang turut berpartisipasi dan mengadopsi program telementoring ECHO untuk penanganan kanker dan semoga ke depannya dapat berkembang juga untuk penyakit lain.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. R. Soeko Werdi Nindito D., M.A.R.S., mengungkapkan bahwa pihaknya belajar banyak selama menjalankan telementoring ECHO, baik dari sesi yang berjalan maupun dari pengalaman berbagai negara. Pasalnya, salah satu hal mendasar yang penting bagi keberhasilan intervensi telementoring ECHO adalah adanya pola pikir (mindset) bahwa telementoring ECHO adalah proses pembelajaran terus-menerus, dan didukung sepenuhnya baik oleh manajemen rumah sakit, para ahli (subject matter expert) serta adanya dukungan kebijakan dari pemerintah.

“Oleh sebab itu, kami sangat berharap semua mitra kerja bisa melihat manfaat telementoring ECHO serta bekerja sama sebaik-baiknya, agar pelaksanaannya bisa berdampak terhadap kualitas layanan serta hasil penatalaksanaan kanker di Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan tujuh bulan lalu, beberapa program telah berhasil dijalankan dengan menggunakan metode telementoring ECHO, di antaranya: 1) ECHO kanker payudara, dengan pendekatan diagnosis Multi Disciplinary Team (MDT); 2) ECHO kanker anak (acute leukimia), dengan pendekatan diagnosis MDT; dan 3) ECHO deteksi dini kanker payudara, sebuah proyek percontohan (pilot project) di Kabupaten Tangerang yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Komunitas Peduli Kanker Payudara (KPKP).

Pelatihan ECHO Tingkatkan Akses dan Kualitas Penanganan Kanker 
cegah kanker dini.

Dalam program 1 dan 2 diikuti oleh 15 rumah sakit spoke dengan jumlah peserta sekitar 60-80 orang setiap sesi. Sedangkan pada program 3, merupakan program pelatihan terstruktur yang melibatkan 100 peserta tenaga kesehatan, kader kesehatan dan awam di 2 Puskesmas serta RSU Kabupaten Tangerang yang juga didukung oleh pemerintah daerah.

Pada pelaksanaannya, program telementoring ECHO memiliki kaidah-kaidah tertentu yang perlu ditaati, dan menuntut persiapan yang matang dari pihak yang mengikuti, agar luaran atau hasil akhir yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Saat ini, standarisasi metodologi dari sistem telementoring ini beserta perangkatnya (playbook) juga tengah dikembangkan guna mendukung penerapan program yang terus terjaga kualitasnya.

“Kolaborasi berkelanjutan dengan Kementerian Kesehatan dan RS Kanker Dharmais untuk program telementoring ECHO merupakan perwujudan Roche untuk bermitra dengan para pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia, dengan upaya memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan yang inovatif. Kami berharap kerja sama ini akan terus berkembang dan didukung sepenuhnya dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong keberlanjutan telementoring ECHO bagi peningkatan luaran penatalaksanaan kanker di Indonesia,” demikian penjelasan Presiden Direktur PT Roche Indonesia dr. Ait-Allah Mejri.

Menanggapi hasil observasi langsung implementasi program di Indonesia, Director of Corporate and Foundation Relations Project ECHO® dari University of New Mexico Health Sciences Center, Cynthia McKinney, M.A., mengatakan bahwa pembelajaran dari lebih 50 negara yang menerapkan model telementoring ECHO menunjukkan keberhasilan implementasi Project ECHO di mana pada akhirnya akan berdampak terhadap luaran penatalaksanaan penyakit terutama di daerah.

“Tahap awal pelaksanaan telementoring ECHO di Indonesia cukup menggembirakan. Oleh sebab itu kami menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat didalamnya. Kami berharap adanya konsistensi dukungan dari semua pihak, agar pembelajaran ini benar-benar dapat berdampak terhadap pasien di Indonesia,” tuturnya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia