Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Pencegahan Cacar Monyet

Penulis : Maria Fatima Bona
26 Jul 2022 | 08:30 WIB
BAGIKAN
Anggota DPR Netty Prsetiyani
Anggota DPR Netty Prsetiyani

JAKARTA, Investor.id -  Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah segera merumuskan langkah antisipatif mencegah masuknya cacar monyet ke Indonesia.

"Pemerintah harus segera menyiapkan langkah guna mengantisipasi penularan penyakit cacar monyet," kata Netty dalam keterangan tertulis, Selasa (26/7/2022).

Netty menuturkan, masyarakat harus diberi tentang medium penularan, cara pencegahan, dan faktor yang bisa memicu terjangkitnya penyakit cacar monyet.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, langkah preventif harus lebih diutamakan mengingat masih minimnya sosialisasi mengenai penyakit tersebut.

Hal ini disampaikan Netty merespons studi yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine memaparkan jika cacat monyet dapat ditularkan melalui kontak fisik dengan orang yang terinfeksi.

Menurutnya, Indonesia harus belajar dari pandemi Covid-19. Pasalnya, Indonesia sebagai negara yang belum terjangkit saat itu, bersikap seolah meremehkan sehingga terlambat melakukan antisipasi.

"Kita panik dan baru bertindak setelah ditemukan satu kasus yang kemudian merebak dengan sangat cepat. Kita lengah dan terlambat lakukan antisipasi," ujar Netty.

Oleh sebab itu, lanjutnya, jangan sampai Indonesia mengulangi kesalahan yang sama. "Lakukan persiapan pencegahan semaksimal mungkin," ucap wakil ketua Fraksi PKS DPR ini.

Netty meminta pemerintah untuk terus memantau dan melakukan penelitian terhadap penyakit cacar monyet, termasuk menemukan vaksin dan obatnya.

"Jangan sampai kita ketinggalan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk mengantisipasi penyakit tersebut. Indonesia sebagai Presidensi G-20 harus menjadi yang terdepan dalam melawan potensi-potensi wabah global seperti cacar monyet" imbuhanya.

Selanjutnya, Netty juga meminta pemerintah agar lebih waspada karena penyakit cacar monyet muncul seiring peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Saat ini kasus Covid-19 sedang naik kembali. Ada 40.000 kasus aktif di Indonesia. Pemerintah harus memastikan upaya  percepatan vaksinasi 1, 2 dan booster berjalan dengan baik.   Saat ini realisasi vaksin booster kita masih berkisar 25% dari target sasaran. Sementara di masyarakat mulai terbangun sikap resistensi terhadap booster karena menganggap pandemi sudah selesai," papar Netty.

Oleh karena itu, Netty juga mendorong agar pengawasan dan pemantauan protokol kesehatan (prokes) harus kembali diperketat. Jangan sampai masyarakat lengah karena sudah merasa aman.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia