Jumat, 15 Mei 2026

Bangun Rumah Sakit Lapangan, IDI Bantu Korban Gempa Turki

Penulis : Mardiana Makmun
22 Feb 2023 | 06:38 WIB
BAGIKAN
Ketua IDI Wilayah Aceh dr Safrizal SpOT
Ketua IDI Wilayah Aceh dr Safrizal SpOT

JAKARTA, investor.id – Ikatan Dokter Indonesia (ID) mmebangun rumah sakit lapangan di Turki untuk memberikan layanan kesehatan bagi korban gempa di Turki. Para dokter yang tiba sejak 14 Februari 2023 memberikan pengobatan mulai dari batuk, flu, hingga cedera.

“Alhamdulillah, kami sudah di Turki sejak 17 Februari 2023. Kita lihat kehancuran yang sangat besar sehingga mengakibatkan banyak kehilangan nyawa dan tempat tinggal. Namun kemampuan menangani bencana di Turki sangat baik dan pengungsi mendapatkan tempat yang layak di tenda-tenda yang disiapkan dengan cepat dan baik,” kata Ketua IDI Wilayah Aceh, dr Safrizal SpOT di lokasi pengungsian mandiri di Turki, secara daring, Selasa (21/2/2023).

Lebih lanjut, dr Safrizal menceritakan, kondisi pengungsi yang mengalami cedera, cukup mendapatkan perawatan dengan baik.

“Pengungsi-pengungsi mandiri yang terikat dengan kerabat, kami berikan pertolongan. Yang tertimpa bangunan dan tidak patah tulang kami coba obati. Kami masuk ke pengungsian yang besar, ada 8 ribu pegungsi dan tertangani dengan baik dan terjadwal ada dokter incharge yang menangani. Jadi, mohon maaf sebenarnya kami tidak banyak membantu mereka. Yang kami bantu saat ini bagaimana kami memberikan dorongan moral bagi masyarakat Turki yang masih ketakutan dengan gempa susulan,” ungkap dr Safrizal.

ADVERTISEMENT

Satuan Tugas Bencana IDAI dr Dimas Tri Anantyo SpA yang bertugas di lokasi pengungsian EMT (Emergency Medical Tem) Indonesia, tepatnya di Provinsi Hatay, Turki bercerita layanan kesehatan yang dibutuhkan di sana.

“Kami perwailan dari IDAI, kami ditugaskan untuk bergabung di Emergency Medical Team Indonesia untuk bertugas di distrik Provinsi Hatay, Turki. Tanggal 15 Februari kami mulia membangun rumah sakit lapangan dengan layanan ortopedi anak, anestesi, penyakit dalam serta rawat jalan dan mobile rawat jalan, ada rawat inap, dan darurat medis,” ungkap dr Dimas.

“Kami juga disambut Dubes Indonesia untuk Turki. Sampai hari ini tanggal 21 Februari, ada 889 pasien rawat jalan yang kita tangani dengan jumlah pasien anak 190 anak. Kami melakukan perawatan tindakan operasi besar, minor, ada sirkumsi juga. Untuk operasi darurat saat ini memang sudah tidak diperlukan dan diarahkan ke rumah sakit yang sudah aktif. Jadi saat ini kami hanya melakukan rawat jalan,” cerita dr Dimas.

Tim medis dari Indonesia, kata dr Safrizal, saat ini banyak menangani korban gempa dengan penyakit infeksi saluran nafas, seperti flu, batuk, dan radang tenggorokan. “Ini karena di pengungsian ramai orang sehingga penyakit pernafasan cepat menular,” ujar dr Safrizal.

Selain batuk pilek, tim medis Indonesia banyak menangani penyakit yang sudah diderita sebelumnya. “Penyakit yang sudah diderita sebelumnya, namun terputus pengbatannya akibat gempa, seperti hipertensi, diabetes, jantung, stroke,” kata dr Safrizal.

Selain bantuan tim medis, pemerintah Indonesia juga baru saja mengiirmkan 140 ton bantuan logistik. “Gempa susulan masih terus terjadi dan ada 100 an korban dan 3 korban jiwa, namun tak ada korban WNI. Ada 10 provinsi yang terdampak dan tempat tinggal mereka rusak. Karena itu sepertinya pengungsi masih akan lama tinggal di tenda-tenda pengungsian dan rumah sakit lapangan serta bantuan logistik masih akan lama terus dibutuhkan,” kata dr Safrizal.

Yang menarik perhatian dr Safrizal, Turki memiliki kemampuan manajemen pengelolaan bantuan logsitik yang sangat baik. “Mereka memiliki kemampuan pengelolaan logistic yang baik. Logistik untuk anak dibedakan tempatnya dengan untuk dewasa, sehingga ini memudahkan untuk pengambilan logistic. Ini menjadi pembelajaran untuk Indonesia,” kata dr Safrizal.

Hal ini juga dinilai sangat baik oleh Ketua Umum IDI Dr Moh Adib Khumaidi Sp OT. “IDAI melalui IDI Aceh mengirimkan bantuan tim medis ke Turki. Ini tak lepas  besarnya peranan Turki saat masyarakat Aceh mengalami tsunami. Masyarakat Aceh pun menitipkan kepada kawan-kawan khusus kepada Turki,” ujar dr Adib.

Turki, lanjut dr Adib,  sudah mempunyai sistem yang terstruktur sehingga respon mereka juga luar biasa. Dukungan terhadap penanganan bencana, tim rescue, dan dukungan negara-negara tetangga juga luar biasa. Ini menjadi pelajaran bagi Indonesia bagaimana mengedepankan kolaborasi, konsep one system, bagaimana penanganan bencana, termasuk bagaimana membangun tim respon yang cepat, mengingat begitu banyak potensi bencana yang bisa terjadi di Indonesia,” kata dr Adib.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia