Jumat, 15 Mei 2026

BPOM: Produsen Makanan Wajib Cantumkan Jumlah Kalori dan Gizi

Penulis : Hendro Situmorang
24 Jul 2023 | 17:47 WIB
BAGIKAN
Kepala BPOM Penny K Lukito menunjukan produk pangan olahan Tidak Memenuhi Ketentuan
Kepala BPOM Penny K Lukito menunjukan produk pangan olahan Tidak Memenuhi Ketentuan

JAKARTA, Investor.id –  Guna menekan dan meminimalisir peningkatan kasus obesitas anak, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan semua produsen makanan dan minuman kemasan untuk mencantumkan informasi jumlah kalori dan gizi pada label yang tercantum.


Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menekan angka obesitas anak Indonesia. Dikatakan standar angka kecukupan gizi anak untuk usia 7-12 tahun berjumlah 2.150 kalori.

"BPOM mewajibkan seluruh makanan dan minuman yang terkemas sudah wajib labelnya memiliki informasi jumlah kalori dan gizi. Jadi wajib dicantumkan jumlah energi, gula, garam, lemak jenuh, dan total lemak," katanya saat dialog bertajuk "Bahaya Obesitas Dini, Apa Solusinya?" dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang digelar Forum Merdeka Barat (FMB) 9 secara daring, Senin (24/7/2023).

ADVERTISEMENT

Ditegaskan, pencantuman itu bersifat wajib baik untuk produk kemasan yang diproduksi oleh industri maupun oleh perusahaan mikro kecil. Selain itu, BPOM bakal menggencarkan edukasi kepada para orang tua mengenai keseimbangan gizi yang bagi anak. Maka dari itu, pihaknya akan terus memantau makanan kemasan anak yang beredar di pasaran.

Rita Endang juga mengajak para orangtua mengajari anaknya cerdas dalam memilih makanan (smart eater) seperti makan buah dan yogurt, mulai dengan makanan rendah gula, lemaknya rendah dan hindari gorengan. Smart eater harus melakukan itu dalam Germas dengan baik di sekolah hingga desa.

Pengawasan asupan makanan pada anak bisa dimulai dari jajanan sekolah bagaimana jajanan sekolah merupakan makanan yang paling dekat dengan anak, padahal minim pengawasan.

"Jajanan anak sekolah tentu membutuhkan pengawasan lintas sektor dan pemerintah daerah karena BPOM ketika melakukan jajanan pangan anak sekolah dilakukan pengujian, hasilnya diberikan pemerintah daerah dan melakukan pengawasan di daerahnya," terang dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia