Sabtu, 4 April 2026

Tak Hanya Canggih, Jam Tangan Pun Harus Ramah Lingkungan 

Penulis : Euis Rita Hartati
10 Mei 2024 | 15:49 WIB
BAGIKAN
Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan oleh QNET, produsen jam tangan Bernhard H. Mayer
Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan oleh QNET, produsen jam tangan Bernhard H. Mayer

JAKARTA, investor.id – Sesuai dengan tuntutan global, berbagai produk harus memenuhi kriteria ramah lingkungan, termasuk produk jam tangan. Menjawab kebutuhan tersebut, Bernhard H. Mayer, merek jam tangan mewah dari QNET, meluncurankan OMNI Watch, yang tidak hanya canggih tapi juga ramah dan peduli lingkungan.

OMNI Watch yang hadir dalam tujuh varian berbeda, masing-masing dilengkapi tali pengikat yang terbuat dari Poliuretan Termoplastik (TPU) dan bodinya dibuat dari 85% baja daur ulang. Desain ini tidak hanya menunjukkan ketahanan dan fleksibilitas namun juga menunjukkan dedikasi merek ini dalam mengurangi dampak lingkungan, selaras dengan preferensi konsumen terkini terhadap produk mewah yang ramah lingkungan.

Selain itu, QNET telah memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan bermitra dengan organisasi-organisasi yang berfokus pada lingkungan untuk menanam pohon untuk setiap OMNI Watch yang terjual, sehingga memperkuat dampak merek tersebut terhadap upaya reboisasi global.

“Dalam mengembangkan OMNI Watch, kami didorong oleh visi kami untuk mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dengan tradisi keunggulan kami yang sudah lama ada dalam pembuatan jam tangan. Produk ini diperuntukkan bagi mereka yang menginginkan semuanya – gaya, kecanggihan, dan gaya hidup ramah lingkungan,” kata Trevor Kuna, Chief Transformation & Reputation Officer QNET.

Advertisement

Upaya ini merupakan bagian dari Program Warisan Hijau QNET yang lebih besar, yaitu kampanye reboisasi yang telah berhasil menanam lebih dari 10.000 pohon di seluruh dunia dalam dua tahun terakhir, termasuk di Indonesia yang sudah menanam 3.000 bakau di pesisir Bali hasil kerja sama QNET dengan Kodim Badung Bali.

“Setiap OMNI Watch yang terjual berarti lebih banyak pohon yang ditanam, sehingga semakin meningkatkan kanopi global kami dan memberikan kontribusi kepada komunitas yang kami layani. Melalui tindakan ini, kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap planet ini dan pelanggan kami, memastikan bahwa produk mewah kami meninggalkan warisan positif” tambah Kuna.

Untuk memulai inisiatif penanaman pohon, 1.500 pohon telah ditanam — 500 pohon di Kairo, Mesir, bekerja sama dengan Shagarha, dan 1.000 pohon di Amizmiz, Maroko, bekerja sama dengan High Atlas Foundation.

Amina El Hajjami, Director of Programs for the High Atlas Foundation menjelaskan skala dan potensi masa depan dari inisiatif ini: "Penanaman pohon memainkan peran penting dalam komitmen kami untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan memajukan praktik berkelanjutan. Dengan dukungan QNET yang sangat berharga, kami telah mencapai pencapaian yang signifikan manfaat lingkungan di wilayah Amizmiz. Penanaman 1.500 pohon awal ini hanyalah permulaan.

OMNI Watch tersedia untuk dibeli melalui jaringan distribusi eksklusif QNET, menawarkan konsumen di seluruh dunia kesempatan untuk menikmati kemewahan yang mengarah pada masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 32 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 43 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 52 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia