Apa Itu Virus “Mata Berdarah” yang Tewaskan 15 Orang Sejauh Ini?
NEW DELHI, investor.id – Virus Marburg atau virus "mata berdarah" di Rwanda telah menewaskan sedikitnya 15 orang sejauh ini. Virus tersebut masih menginfeksi ratusan korban lainnya, sejak wabah menyebar ke 17 negara Afrika selama dua bulan terakhir.
Sebuah peringatan yang dikeluarkan oleh Travel Health Pro, yang dijalankan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris, telah memperingatkan para wisatawan terhadap penyebaran Marburg dari sejumlah negara Afrika.
Ini termasuk Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Kenya, Uganda, Bolivia, Brasil, Kolombia, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, Guyana, Panama, dan Peru.
Selain Marburg, peringatan tersebut juga memperingatkan terhadap demam Klade 1 dan Oropouche. Dua penyakit menular serius itu juga telah menyebar ke negara-negara tersebut.
Orang-orang yang bepergian ke wilayah-wilayah ini telah disarankan untuk lebih waspada.
Apa Itu Virus "Mata Berdarah"?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan penyakit virus Marburg, yang sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Marburg, sebagai penyakit yang parah dan sering kali berakibat fatal pada manusia. Rousettus aegyptiacus, kelelawar buah dari famili Pteropodidae, dianggap sebagai inang alami virus Marburg.
Gejala
Menurut WHO, masa inkubasi (jarak mulai infeksi hingga timbulnya gejala) bervariasi, mulai dari dari dua hari hingga 21 hari. Masa inkubasi ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala parah, dan malaise. Nyeri dan pegal otot merupakan ciri umum. Diare, nyeri perut, kram, mual, dan muntah kemungkinan akan mulai terjadi pada hari ketiga.
Sejak hari ke-5 penyakit, pasien mungkin mengalami manifestasi hemoragik. Ini termasuk darah segar terdapat dalam muntahan dan feses, diikuti pendarahan dari hidung, mata, telinga, mulut, gusi, atau vagina. Orkitis (radang salah satu atau kedua testis) telah dilaporkan sesekali pada fase akhir penyakit.
Dalam kasus yang fatal, kematian paling sering terjadi antara delapan hingga sembilan hari setelah timbulnya gejala yang biasanya didahului oleh kehilangan banyak darah dan syok.
Penularan
Virus "mata berdarah" dapat menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung (melalui kulit yang terluka atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi dari permukaan dan bahan (misalnya tempat tidur, pakaian) yang terkontaminasi dengan cairan ini.
Petugas kesehatan sering terinfeksi saat merawat pasien dengan virus Marburg yang diduga atau dikonfirmasi. Layanan pemakaman yang melibatkan kontak langsung dengan jenazah korban juga dapat menyebabkan penularan virus.
Pengobatan
Saat ini, tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus yang disetujui untuk "virus berdarah". Tetapi perawatan suportif dini dengan rehidrasi dan pengobatan simtomatik dapat meningkatkan kelangsungan hidup.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




