Jumat, 15 Mei 2026

Operasi Batu Kantong Empedu untuk Cegah Komplikasi

Penulis : Grace El Dora
18 Des 2024 | 17:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi operasi pasien rumah sakit. (Foto: Getty Images)
Ilustrasi operasi pasien rumah sakit. (Foto: Getty Images)

JAKARTA, investor.id – Tindakan operasi bisa dilakukan dalam penanganan batu kantong empedu untuk mencegah timbulnya komplikasi peradangan yang lebih berat pada pasien.

Hal ini disampaikan dr. Arnetta Naomi Louise Lalisang Sp.B Subsp.BD(K) dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Ia menerangkan, batu kantong empedu muncul karena mekanisme kantong empedu dalam berkontraksi tidak sempurna. Ini mengakibatkan sebagian cairan empedu tidak mengalir dari hati ke usus besar dan tertinggal di kantong empedu.

ADVERTISEMENT

"Kalau enggak dioperasi tentu kemungkinannya pasti pasien akan mengalami nyeri berulang," ucapnya dalam diskusi daring yang membahas penanganan batu kantong empedu, Rabu (18/12/2024).

"Terus, kalau misalnya si batu itu nyumbat di ujung muara kantong empedu, bisa terjadi kolesistitis, itu kan sudah terjadi infeksi, memang sudah makin lagi menjadi indikasi untuk dioperasi," lanjutnya. Arnetta merujuk pada peradangan kantong empedu akibat cairan empedu yang terperangkap di dalam kantong empedu.

Dalam penanganan batu kantong empedu, Arnetta mengtakan tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat kantong empedu yang menjadi penyebab nyeri di perut bagian atas.

Menurut dia, operasi standar dalam penanganan batu kantong empedu utamanya adalah laparoskopi. Prosedur bedah minimal invasif ini menggunakan laparoskop yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di pusar untuk mengeluarkan kantong empedu.

Seiring dengan berkembangnya teknologi kesehatan, operasi pengangkatan kantong empedu atau kolesistektomi juga bisa dilakukan secara robotik.

Lebih lanjut Arnetta menyampaikan, operasi kantong empedu yang sudah mengalami peradangan atau kolesistitis lebih sulit dikerjakan dibandingkan operasi kantong empedu yang tidak mengalami peradangan.

Operasi batu kantong empedu juga disarankan pada pasien berusia lanjut, orang dengan kencing manis, penderita talasemia, dan orang dengan imun tubuh yang kurang baik. Pasien yang sudah menjalani tindakan penanganan batu kantong empedu seharusnya tidak lagi mengalami keluhan nyeri berulang, kata dia.

"Kalau sudah tindakan, misalnya kita sudah angkat kantong empedunya, ya harusnya enggak ada keluhan lagi, karena kantong empedunya sudah enggak ada, kecuali dia tipe orang yang bisa memproduksi batu. Nah, batunya itu bisa saja muncul lagi di saluran empedu, tapi bukan di kantong empedunya," tambahnya.

Menurut Arnetta, pasien yang sudah menjalani operasi pengangkatan kantong empedu akan bisa beraktivitas sebagaimana biasa. Namun demikian, tubuhnya memang akan memerlukan waktu untuk beradaptasi.

Penerapan pola hidup sehat dengan mengurangi makanan berlemak bisa membantu mengurangi efek samping setelah operasi batu kantong empedu.

"Kalau kita makan berlemak dalam jumlah yang berlebihan biasanya yang timbul adalah jadi diare atau pup-nya agak berlendir, itu yang biasa terjadi. Tapi ya, tubuh kan diciptakan Tuhan pintar, sehingga nanti dia akan beradaptasi, nanti akan bisa seperti biasa lagi, enggak masalah," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia