Kamis, 14 Mei 2026

Serang Saluran Pernapasan, Berikut 5 Perbedaan HMPV dari Covid-19

Penulis : Swastika Swasikananda
7 Jan 2025 | 20:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi virus HMPV. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi virus HMPV. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Saat ini China tengah menghadapi lonjakan kasus infeksi yang disebabkan oleh human Metapneumovirus (HMPV). Penyakit ini menyerang saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lanjut usia (lansia). Meski tampak mirip, namun ada perbedaan antara HMPV dan Covid-19.

Kondisi kasus HMPV yang melonjak menambah kekhawatiran di tengah pemulihan sistem kesehatan setelah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan HMPV dan Covid-19 agar Anda dapat lebih waspada dan memberikan penanganan yang tepat.

HMPV adalah virus yang umumnya menyebabkan gejala mirip flu biasa seperti batuk, hidung meler, sakit tenggorokan, dan mengi atau sesak napas. Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan, infeksi ini bisa berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

ADVERTISEMENT

Penyakit HMPV ini kerap menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, namun terkadang dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia. Infeksi HMPV lebih umum terjadi pada musim dingin dan awal musim semi, dengan banyak orang terinfeksi sebelum berusia lima tahun.

Berikut ini perbedaan HMPV dan Covid-19 yang penting untuk diketahui, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (7/1/2025).

Serang Saluran Pernapasan, Berikut 5 Perbedaan HMPV dari Covid-19
Ilustrasi anak mengenakan masker. (Foto: Antara Foto/ Nova Wahyudi)

Gejala

HMPV biasanya menimbulkan gejala, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, yang hampir serupa dengan infeksi virus pernapasan lainnya. Pada kasus berat, HMPV dapat menyebabkan bronkiolitis atau pneumonia.

Sementara itu, Covid-19 juga memiliki gejala yang mirip, seperti demam, batuk kering, kelelahan, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Namun ada gejala khas yang lebih mencolok pada Covid-19, seperti kehilangan penciuman (anosmia) dan perasa (ageusia), yang sering muncul pada fase awal infeksi.

Penanganan

HMPV tidak memiliki vaksin atau obat antivirus spesifik, sehingga penanganan utamanya berfokus pada pengelolaan gejala dan dukungan pernapasan. Obat antipiretik seperti parasetamol digunakan untuk menurunkan demam, dan cairan diberikan untuk mencegah dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 9 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 18 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 36 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia