Jumat, 15 Mei 2026

Serang Saluran Pernapasan, Berikut 5 Perbedaan HMPV dari Covid-19

Penulis : Swastika Swasikananda
7 Jan 2025 | 20:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi virus HMPV. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi virus HMPV. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Saat ini China tengah menghadapi lonjakan kasus infeksi yang disebabkan oleh human Metapneumovirus (HMPV). Penyakit ini menyerang saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lanjut usia (lansia). Meski tampak mirip, namun ada perbedaan antara HMPV dan Covid-19.

Kondisi kasus HMPV yang melonjak menambah kekhawatiran di tengah pemulihan sistem kesehatan setelah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan HMPV dan Covid-19 agar Anda dapat lebih waspada dan memberikan penanganan yang tepat.

HMPV adalah virus yang umumnya menyebabkan gejala mirip flu biasa seperti batuk, hidung meler, sakit tenggorokan, dan mengi atau sesak napas. Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan, infeksi ini bisa berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

ADVERTISEMENT

Penyakit HMPV ini kerap menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, namun terkadang dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia. Infeksi HMPV lebih umum terjadi pada musim dingin dan awal musim semi, dengan banyak orang terinfeksi sebelum berusia lima tahun.

Berikut ini perbedaan HMPV dan Covid-19 yang penting untuk diketahui, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (7/1/2025).

Serang Saluran Pernapasan, Berikut 5 Perbedaan HMPV dari Covid-19
Ilustrasi anak mengenakan masker. (Foto: Antara Foto/ Nova Wahyudi)

Gejala

HMPV biasanya menimbulkan gejala, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, yang hampir serupa dengan infeksi virus pernapasan lainnya. Pada kasus berat, HMPV dapat menyebabkan bronkiolitis atau pneumonia.

Sementara itu, Covid-19 juga memiliki gejala yang mirip, seperti demam, batuk kering, kelelahan, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Namun ada gejala khas yang lebih mencolok pada Covid-19, seperti kehilangan penciuman (anosmia) dan perasa (ageusia), yang sering muncul pada fase awal infeksi.

Penanganan

HMPV tidak memiliki vaksin atau obat antivirus spesifik, sehingga penanganan utamanya berfokus pada pengelolaan gejala dan dukungan pernapasan. Obat antipiretik seperti parasetamol digunakan untuk menurunkan demam, dan cairan diberikan untuk mencegah dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.

Sebaliknya, Covid-19 memiliki vaksin dan obat antivirus yang efektif yang telah terbukti menurunkan tingkat infeksi berat dan kematian. Vaksin Covid-19, seperti vaksin mRNA dan vektor virus, telah dikembangkan untuk melindungi masyarakat dari infeksi dan dampaknya.

Musim dan Pola Infeksi

HMPV kerap memiliki pola musiman, dengan lonjakan infeksi terjadi pada akhir musim dingin hingga awal musim semi.

Sementara itu, Covid-19 dapat menyebar sepanjang tahun meskipun ada variasi musiman. Penyebarannya sangat dipengaruhi oleh faktor lain seperti perilaku manusia dan langkah-langkah kesehatan masyarakat.

Transmisi dan Penyebaran

HMPV menyebar melalui droplet pernapasan, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Sedangkan Covid-19 juga dapat menyebar melalui droplet, tetapi lebih berisiko menyebar melalui aerosol di udara. Ini terutama terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, yang membuat penyebarannya lebih luas dan lebih cepat.

Penemuan

HMPV pertama kali diidentifikasi pada 2001, dengan bukti serologis menunjukkan virus ini telah beredar sejak 1958.

Sementara itu, Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, yang muncul pada akhir 2019 dan memicu pandemi global.

Memahami perbedaan HMPV dan Covid-19 sangat penting untuk memastikan penanganan yang tepat dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Meskipun keduanya menyerang saluran pernapasan, karakteristik, gejala, dan penanganannya sangat berbeda.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia