Tak Ada Laporan Kasus, Dinas Kesehatan Bali Belum Deteksi Adanya HMPV
DENPASAR, investor.id – Wabah Human Metapneumovirus (HMPV) yang sedang merebak di Tiongkok menjadi perhatian internasional beberapa waktu terakhir. Virus ini menyebar dengan cepat dan meluas, menyebabkan kasus si Tiongkok bagian utara naik signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, MKes, menyatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan laporan pasti terkait virus HMPV yang terdeteksi di Bali. Hal tersebut karena tidak adanya laporan dari pihak terkait.
"Sampai saat ini belum ada laporan dari BBKK (Balai Besar Karantina Kesehatan) maupun rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat rujukan yang menyatakan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang terdeteksi virus HMPV di Bali," kata Nyoman Gede Anom ketika dihubungi Minggu (12/1).
HMPV merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.
Karena itu, Nyoman Gede Anom, mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga kesehatan dengan perilaku hidup sehat dan bersih, konsumsi gizi seimbang, dan rajin aktivitas fisik.
Langkah lainnya juga dapat mengantisipasi yang dapat dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang menjadi pintu masuk para wisatawan asing maupun domestik telah memasang alat thermal scanner atau alat pengecekan suhu tubuh. Hal ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan masuknya HMPV ke Provinsi Bali.
Ada 2 unit thermal scanner milik BBKK Denpasar telah terpasang di terminal kedatangan internasional dan 1 lagi terpasang pada pintu Kedatangan domestik.
HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.
Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.
Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


