Jumat, 15 Mei 2026

Cegah wabah HMPV, Dokter Sarankan Pakai Masker dan Vaksin

Penulis : Mardiana Makmun
14 Jan 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Warga menggunakan masker. (Foto: Antara)
Warga menggunakan masker. (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id – Memakai masker, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak, serta vaksinasi untuk Influenza A menjadi cara efektif untuk melindungi diri dan masyarakat dari penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang semakin meluas.

"Pencegahan adalah langkah terbaik menghadapi ancaman virus ini. Masyarakat harus menjaga kebersihan, imunitas tubuh, dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala serius,” kata dokter spesialis penyakit dalam dari RS Bethsaida Hospital, dr Alius Cahyadi, SpPD, FPCP, pada keterangan tertulis, Senin (13/1/2025).

Selain itu, peningkatan imunitas masyarakat yang sempat menurun akibat pandemi COVID-19 juga menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk meminimalkan dampak wabah HMPV dan Influenza A.

ADVERTISEMENT

HMPV, sering dijuluki ‘kembaran’ virus influenza. Virus ini menyebabkan gejala serupa seperti batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan. Meski tidak se-berbahaya COVID-19, HMPV tetap berpotensi memicu penyakit serius, terutama pada bayi, lansia, dan individu dengan kondisi medis mendasar.

Sementara itu, Influenza A, virus musiman yang sudah akrab, kembali menjadi ancaman serius. Subtipe H1N1 dan H9N2 saat ini menjadi fokus perhatian dalam wabah kali ini.

Para ahli mengidentifikasi beberapa faktor yang mempermudah penyebaran kedua virus tersebut, di antaranya perubahan musim dan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan virus.

Selain itu, mobilitas tinggi penduduk di kota-kota besar juga menambah sebaran virus tersebut selain penurunan imunitas masyarakat pascapandemi COVID-19.

"Penurunan imunitas masyarakat setelah pandemi COVID-19 memperburuk situasi. Kini masyarakat harus kembali waspada terhadap virus-virus ini," kata dr Alius.

Kelompok Berisiko

Lebih lanjut, dr Alius mengatakan bahwa kelompok-kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi HMPV dan Influenza A, seperti bayi dan lansia karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Individu dengan penyakit kronis seperti asma, diabetes, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pekerja kesehatan yang sering terpapar virus melalui pasien juga merupakan kelompok rentan.

Infeksi HMPV dan Influenza A tidak hanya menyebabkan gejala ringan seperti flu, tetapi juga komplikasi serius, termasuk pneumonia, bronkitis, hingga gagal napas.

"Pencegahan adalah kunci. Penting bagi masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala serius," kata dr Alius.

Meski demikian, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini meliputi vaksinasi untuk Influenza A. Namun, vaksin untuk HMPV masih dalam pengembangan.

Protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik dapat dilakukan sebagai pencegahan selain istirahat yang cukup dan menghindari kontak jika sakit. Selain itu, konsultasi medis segera jika gejala memburuk.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Pitono, menuturkan bahwa rumah sakitnya telah menyediakan layanan skrining khusus untuk mendeteksi infeksi virus ini.

"Dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis berpengalaman, kami siap membantu masyarakat mendapatkan diagnosis dini dan penanganan yang tepat," kata dr Pitono.

Kenaikan kasus HMPV dan Influenza A ini menjadi pengingat pentingnya pencegahan dan kesadaran masyarakat akan bahaya wabah penyakit menular. Pemerintah dan tenaga kesehatan diharapkan terus memperkuat edukasi dan layanan kesehatan untuk melindungi masyarakat dari ancaman ini.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia