Jumat, 15 Mei 2026

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Kronis

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
9 Mei 2025 | 12:13 WIB
BAGIKAN
Program skrining kesehatan gratis Cek Segitiga oleh PT Dexa Medica di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/5/2025). (Foto: Dok Dexa)
Program skrining kesehatan gratis Cek Segitiga oleh PT Dexa Medica di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/5/2025). (Foto: Dok Dexa)

JAKARTA,Investor.id -Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.masih menjadi penyakit kronis di Indonesia. Untuk itu, kesadaran warga terhadap pentingnya cek kesehatan masih perlu terus ditingkatkan.

dr. Patricia dari RS Mulia Pajajaran menerangkan, masih banyak ditemukan orang dengan    riwayat ketiga penyakit tersebut tetapi tidak menyadarinya karena tidak ada gelaja. Terlebih lagi ketiga penyakit tersebut mulai banyak ditemukan di orang-orang yang berusia 20-an. “Mungkin karena makanan kita banyak banget yang tidak sehat sekarang. Makanya penting banget untuk kita lakukan tes skrining kesehatan, jadi ketahuan jangan sampai kita terkena penyakit kronis,” ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit kronis, Dexa Medica kembali menggelar program skrining kesehatan gratis Cek Segitiga di Bogor, Minggu (4/5/2025). Sebanyak 490 warga mengikuti skrining gratis untuk tiga penyakit silent killer utama: hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. 

ADVERTISEMENT

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta memiliki potensi risiko terhadap salah satu dari tiga penyakit tersebut. Meskipun angka ini cukup tinggi, temuan ini menjadi momentum penting untuk membangun budaya sadar kesehatan yang lebih kuat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, terdata bahwa 59,2% memiliki kadar kolesterol dalam darah di atas normal (>199 mg/dL), 45,1% terdeteksi tekanan darah tinggi, dan 12,9% memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 130 mg/dL. Selain itu, sebanyak 354 peserta (72%) mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya, dan hanya 136 orang yang pernah memeriksakan diri dalam 6 bulan

Senior Sales Manager OGB Dexa Gunawan menerangkan, temuan ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan berkala, terutama bagi masyarakat usia produktif. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari Corporate Social Initiative Dharma Dexa, yaitu program tanggung jawab sosial yang diinisiasi oleh Dexa Group untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang preventif dan edukatif.

“Sebanyak 490 orang telah menjalani skrining kesehatan, dan 72% di antaranya belum pernah memeriksakan diri terkait tiga penyakit kronis tersebut. Ini menjadi masukan penting bagi kita semua bahwa edukasi harus terus dijalankan agar masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini,” ujar dia.

Program Cek Segitiga juga mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, yang menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan yang terjangkau dan edukatif.  “Acara semacam ini harapannya dapat digelar minimal satu bulan dua kali. Untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan hidup sehat tapi terkendala biaya dalam menjalankan pemeriksaan kesehatan,” ungkap Gunawan dari Dispora Kota Bogor.

Sementara itu, Manager Dharma Dexa Mateus Ramidi menerangkan, program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat akar rumput dengan pendekatan yang praktis dan berdampak langsung. “Dharma Dexa lahir dari semangat untuk memberi kembali kepada masyarakat melalui aksi nyata. Kami percaya bahwa langkah sederhana seperti cek kesehatan dapat memberikan perubahan besar dalam kualitas hidup seseorang—dan inilah bentuk nyata Expertise for the Promotion of Health yang menjadi nilai inti kami,” ujar dia.

Sejak diluncurkan pada 2024, program Cek Segitiga telah hadir di tujuh kota besar—Jakarta, Palembang, Bandung, Tangerang Selatan, Surabaya, Yogyakarta, dan kini Bogor—dan telah melayani lebih dari 6.000 warga.

Dexa Medica berkomitmen untuk melanjutkan program ini ke berbagai daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi nyata mendukung agenda kesehatan nasional, khususnya dalam pencegahan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan besar layanan kesehatan di Indonesia.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia