Bangunan Cagar Budaya dan Museum Rentan Kebakaran
JAKARTA, investor.id – Situs cagar budaya merupakan salah satu peninggalan penting bagi sejarah suatu bangsa. Nilai-nilai historis dari peninggalan tersebut dapat dijadikan catatan suatu peristiwa dan tautan dengan perjalanan bangsa saat ini.
Sayangnya, cagar budaya menghadapi berbagai tantangan yang perlu diwaspadai, terutama risiko terjadinya kebakaran.
Guru Besar K3 FKM Universitas Indonesia Prof Dra Fatma Lestari, MSc, PhD mengatakan, salah satu sumber bahaya dari cagar budaya adalah instalasi listrik tua yang rentan mengalami korsleting. Risiko ini terjadi lantaran bangunan-bangunan bersejarah belum mengalami pembaruan sistem kelistrikan.
Aktivitas renovasi atau restorasi juga menimbulkan risiko tinggi, terutama saat melibatkan pengelasan atau penggunaan bahan kimia mudah terbakar.
“Perilaku pengunjung yang tidak bertanggung jawab seperti merokok serta faktor alam seperti petir dan suhu tinggi, turut berkontribusi pada peningkatan risiko kebakaran,” kata Fatma saat menjadi pembicara dalam Seminar dan Pameran ‘K3 Api Cagar Budaya’ di Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Kebakaran di Museum Nasional Indonesia pada 17 September tahun 2023 menjadi contoh nyata betapa rentannya cagar budaya terhadap ancaman api. Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah artefak berharga dan mengakibatkan kehilangan nilai sejarah yang tidak dapat dipulihkan.
Investigasi pasca-kebakaran mengungkapkan bahwa faktor pemicu utama adalah sistem kelistrikan yang sudah usang, ditambah dengan lemahnya sistem deteksi dini kebakaran.
“Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang memadai di situs-situs cagar budaya,” katanya.
Sementara Guru Besar ITB Prof Suprapto mengatakan bahwa museum menyimpan aneka potensi bahaya kebakaran. Antara lain koleksi yang terbuat dari bahan kertas, tekstil, kulit, kayu, dan bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya. Potensi bahaya lainnya terkait kondisi bangunan cagar budaya itu.
“Bangunan cagar budaya dan museum umumnya merupakan struktur sudah tua dengan bahan-bahan mudah menyala di struktur penopangnya,” katanya.
Suprapto menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kebakaran (SMKK) pada setiap bangunan cagar budaya dan museum. Sistem itu sudah mencakup sistem proteksi kebakaran (pasif dan aktif), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan sebagainya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



