Penelitian Pangan Bergizi dan Berkhasiat pada Kesehatan Terus Didorong
JAKARTA, investor.id – Indonesia memiliki kekayaan tanaman yang beraneka ragam, termasuk tanaman pangan fungsional. Selain bergizi, tanaman pangan fungsional juga memiliki khasiat untuk kesehatan, namun sayangnya belum banyak penelitian tentang ini.
"Indonesia masih menghadapi tantangan-tantangan di bidang kesehatan yang perlu kita tangani bersama. Kesehatan erat kaitannya dengan asupan yang kita berikan ke dalam tubuh kita. Pangan, selain sebagai sumber energi dan gizi bagi kita, juga bisa memberikan manfaat secara langsung bagi kesehatan kita. Oleh karenanya, riset sangat diperlukan untuk mengembangkan produk pangan serta menemukan inovasi-inovasi produk pangan fungsional dari kearifan lokal yang kita miliki,” kata Head of Corporate Communications lndofood Stefanus lndrayana saat jumpa pers Indofood Riset Nugraha (IRN) 2025 secara daring, Rabu (4/6/2025).
Untuk meningkatkan penelitian pangan fungsional, IRN 2025 digelar kembali untuk mahasiswa S1. “Kami ajak teman-teman mahasiswa melakukan riset yang unggul dan dapat diaplikasikan di kehidupan kita," ujar Stefanus.
IRN 2025, lanjut Stefanus mengangkat tema "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal". Program IRN terbuka bagi semua jurusan dan diutamakan bagi mahasiswa yang melakukan riset untuk menyelesaikan kuliah strata 1-nya. Proposal penelitian bisa diajukan mulai 4 Juni - 31 Juli 2025.
Baca Juga:
Keju Rangsang Hormon KebahagiaanPangan fungsional adalah sumber pangan yang tidak hanya berperan sebagai sumber energi dan gizi, tetapi juga mempunyai khasiat tertentu yang dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.
lndrayana mengungkapkan bahwa selama ini partisipasi riset dari perguruan tinggi dari wilayah timur Indonesia masih sedikit. "Kami berharap tahun ini partisipasi mahasiswa dari wilayah timur Indonesia akan meningkat. Mengapa? Karena di sana memiliki sumber pangan yang berlimpah dan fungsional. Contohnya buah merah yang ada di Papua, kaya nutrisi dan juga besar manfaatnya bagi kesehatan," ujarnya di hadapan mahasiswa dari 8 perguruan tinggi dari wilayah timur Indonesia yang turut hadir mengikuti sosialisasi IRN secara daring.
Salah satu penerima dana IRN periode 2023-2024, Faizal Muttaqin dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada berkesempatan berbagi pengalamannya.
"Dengan ikut IRN, mahasiswa bisa melakukan penelitian impian kalian tanpa khawatir soal dana. Juga akan dibimbing langsung oleh tim pakar lRN sehingga penelitiannya jadi lebih terarah dan berkualitas tentunya,” ujar Faizal sambil menyemangati mahasiswa yang hadir.
Faizal melakukan penelitian yang berjudul "lnovasi Feed additive Berbahan Essential Oil untuk Meningkatkan Kandungan Antioksidan dan Kualitas Daging Broiler sebagai Pangan Fungsional."
Berbasis Kearifan Lokal
Ketua Tim Pakar IRN, Prof Dr Ir Purwiyatno Haryadi, M.Sc mengatakan "IRN berhasil mendorong penelitian pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal di Indonesia. Program ini telah berhasil merangsang inovasi mahasiswa dalam memanfaatkan kekayaan hayati dan tradisi lokal untuk mengatasi masalah kesehatan."
Keberhasilan program ini terlihat dari banyaknya judul penelitian yang diusulkan dan didanai, yang secara langsung berkaitan dengan tema "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan kearifan Lokal"
Dari proposal yang disampaikan, terlihat bahwa para mahasiswa secara aktif mengeksplorasi beragam bahan baku lokal, mulai dari umbi-umbian (porang, ubi jalar, talas, ganyong), hasil laut (rumput laut, ikan, rusip), buah-buahan endemik (parijoto, kawista, anggur papua), hingga rempah dan tanaman herbal (secang, kelor, jintan hitam, temulawak) bahkan, limbah pertanian pun divalorisasi menjadi produk bernilai tambah.
Dari sisi produk, penelitian IRN menghasilkan berbagai usulan pangan fungsional inovatif dalam beragam format: minuman serbuk/sembiotik, snack bar, biskuit, roti, hingga produk analog dan penyedap rasa. lni menunjukkan kreativitas dalam mengubah bahan mentah menjadi bentuk yang lebih mudah diterima dan memiliki nilai komersial.
Fokus utama penelitian adalah mengatasi masalah kesehatan krusial seperti stunting, diabetes mellitus, berbagai penyakit degeneratif (kanker, jantung, Alzheimer}, kekurangan gizi, hingga masalah pencernaan dan imunitas. Hal ini mencerminkan relevansi penelitian dengan kebutuhan masyarakat.
"Secara umum, respon mahasiswa sangat positif dan antusias. Mereka tidak hanya menunjukkan minat tinggi, tetapi juga kemampuan untuk berinovasi dan menerapkan pendekatan multidisiplin dalam mengembangkan solusi pangan fungsional yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal Indonesia," jelas Purwiyatno.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

