Pencegahan Stunting Investasi Sosial Jangka Panjang
JAKARTA, Investor.id – Pencegahan stunting adalah investasi sosial jangka panjang. Sebab, ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan.
Sejalan dengan itu, holding perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo menunjukan konsistensi dalam kontribusi pencegahan serta penanganan stunting di Indonesia. Selama dua tahun terakhir, 2.400 lebih anak-anak di sejumlah provinsi telah menerima bantuan gizi dari PalmCo.
Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan, penanganan stunting merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang terus dievaluasi dari waktu ke waktu. Baginya, stunting sangat berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Tercatat pada 2024, dia menegaskan, program PalmCo dalam mengelola prelevansi stunting menjangkau sekitar 1.100 anak yang tersebar di lima regional kerja, seperti Sumatra Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Sementara itu, pada 2025, dia menegaskan, jumlah itu meningkat menjadi 1.344 anak di tujuh Regional dengan tambahan provinsi Aceh dan Lampung. Paket bantuan yang diberikan pun menyesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak berisiko stunting, dengan pendampingan dari para kader posyandu setempat.
“Bentuk bantuan yang didistribusikan selama tiga hingga enam bulan berturut-turut itu, mulai dari beras, susu, kacang hijau, telur hingga biskuit. Di wilayah PalmCo, sudah tercapai zero stunting. Kami ingin keberhasilan ini diperluas sampai ke masyarakat di luar wilayah operasional perusahaan,” imbuh Jatmiko dalam siaran pers, Kamis (19/6/2025).
Upaya PalmCo tersebut, kata dia, mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dalam acara peluncuran GATI di Jakarta, Menteri Kependudukan dan KB Nasional Wihaji menyampaikan, PTPN dapat menjadi contoh konkret bagaimana sektor korporasi bisa mengambil bagian dalam percepatan penurunan angka stunting.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan PTPN. Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan kolaborasi bersama posyandu serta pemerintah daerah, Perusahaan ini telah menunjukkan keseriusan dalam membantu pemerintah mencapai target nasional,” ucap Wihaji di hadapan masyarakat saat menghadiri talk show, belum lama ini.
Dukungan serupa juga datang dari daerah. Saat itu, Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson dalam beberapa kesempatan menekankan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya harus berperan aktif dalam isu gizi anak. Harisson secara khusus menyebut PTPN IV PalmCo sebagai salah satu contoh perusahaan yang cepat merespons dan aktif terlibat di lapangan.
“PTPN IV PalmCo hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menangani stunting. Ini menjadi contoh nyata yang bisa diikuti oleh perusahaan lainnya,” tegas Harisson.
Masyarakat di sekitar unit kerja PalmCo pun menyambut baik kehadiran program ini. Seorang kader posyandu di Kalimantan Barat, Hilaria menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat bermanfaat dan tepat sasaran.
“Selain mendapat bantuan bahan makanan, kami juga mendapat pelatihan langsung dari pihak perusahaan dan BKKBN. Jadi tidak hanya dibantu, tapi juga diajari,” tutur kader posyandu tersebut.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





