Tren Vacuum Cleaner Wet & Dry Menguat
JAKARTA, investor.id - Berdasarkan data Statista, nilai pasar global vacuum cleaner mencapai lebih dari US$ 14 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan terus meningkat seiring meningkatnya permintaan perangkat rumah pintar.
Konsumen kini tidak hanya mencari alat yang bisa menyedot debu, tapi juga yang bisa mengepel, membersihkan tumpahan cairan, hingga mengatasi kotoran di celah sempit. Kepraktisan dan multifungsi menjadi kunci utama.
Perubahan pola konsumsi ini turut dipengaruhi oleh semakin banyaknya rumah tangga urban dan apartemen berukuran kecil yang menuntut efisiensi ruang dan waktu. Masyarakat cenderung memilih alat yang bisa menggantikan beberapa fungsi sekaligus.
Tak hanya itu, kesadaran akan kebersihan pascapandemi Covid-19 juga memacu tren ini. Kini, kebersihan rumah menjadi bagian dari standar hidup sehat.
Di tengah tren tersebut, perusahaan-perusahaan teknologi berlomba menghadirkan solusi inovatif di sektor peralatan rumah tangga. Salah satu kategori yang tumbuh signifikan adalah pembersih lantai jenis wet & dry, yaitu vacuum cleaner yang tidak hanya menyedot debu, tapi juga bisa mengepel dengan air atau larutan pembersih. Dalam kategori ini, Tineco menjadi salah satu nama yang bisa dijadikan contoh.
Pasalnya, Tineco baru saja diakui sebagai pemimpin global kategori vacuum cleaner wet & dry oleh Euromonitor International, berdasarkan penjualan global dari akhir 2023 hingga pertengahan 2024.
Berdiri sejak 1998, Tineco telah menjual lebih dari lima juta unit dalam setahun dan digunakan oleh 14 juta pengguna di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Selama tiga tahun terakhir, merek ini juga paling banyak terjual di Amazon di enam negara, termasuk AS dan Jepang.
“Dinobatkan sebagai pemimpin global nomor satu dalam kategori vacuum cleaner wet & dry oleh Euromonitor International adalah pencapaian luar biasa. Pengakuan ini semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk-produk unggulan ke pasar yang membantu meningkatkan kualitas hidup pelanggan kami di seluruh dunia,” ujar CEO Tineco, Ling Leng dikutip dari keterangan resmi, Senin (30/6/2025).
Tonggak sejarah penting Tineco dimulai sejak peluncuran vacuum cleaner pintar pertama di dunia pada 2018, lalu pembersih lantai pintar pada 2019, dan pembersih karpet cerdas pada 2022.
“Sejak awal, Tineco bertujuan membuat hidup dan pekerjaan rumah tangga menjadi lebih mudah dengan bantuan teknologi pintar. Selama 26 tahun terakhir, tim R&D kami terus berinvestasi dan berdedikasi untuk menetapkan standar unggul dalam solusi merawat lantai,” tambahnya.
Distribusi produk Tineco menjangkau pasar global melalui berbagai saluran, mulai dari Amazon dan toko online resmi hingga gerai ritel besar seperti Walmart, Best Buy, dan Costco.
“Ke depan, kami fokus untuk membuat Tineco lebih mudah didapat dengan berekspansi ke pasar yang baru, memperkenalkan teknologi canggih untuk mempermudah hidup pelanggan, serta memperluas lini produk kami untuk memenuhi beragam kebutuhan,” tutup Ling Leng.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

