Jumat, 15 Mei 2026

Air Bersih Fondasi Utama Kesehatan Ibu dan Anak

Penulis : Heru Febrianto
24 Jul 2025 | 21:16 WIB
BAGIKAN
Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si. (foto ist)
Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si. (foto ist)

JAKARTA, investor.id – Upaya pencegahan stunting perlu dimulai dari akar persoalan yakni kualitas lingkungan dan akses air minum yang layak.

Hal tersebut yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari rangkaian program “Indonesia Sehat Mulai dari Air Bermutu 2025”.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia dan Direktur Program PT Yapindo Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si, serta Kepala Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara Surya Putra, yang menekankan bahwa air bersih adalah fondasi utama kesehatan ibu dan anak.

ADVERTISEMENT

“Penyebab tidak langsung stunting adalah lingkungan, terutama air yang tidak higienis. Diare yang disebabkan oleh air terkontaminasi menyumbang 42% kematian bayi di Indonesia,” ujar dr. Lucy dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa sanitasi yang buruk dan penyakit infeksi mengganggu pertumbuhan janin, penyerapan nutrisi, bahkan meningkatkan risiko hepatitis E pada ibu hamil yang pada akhirnya berpotensi melahirkan bayi dalam kondisi stunting.

“Kualitas air minum tidak bisa hanya dinilai dari kejernihannya. Kalau air mineral terasa aneh, meskipun bening, itu tanda kontaminasi. Air yang layak konsumsi seharusnya tidak berasa dan tidak berbau,” tegasnya.

Sementara itu, Surya Putra menyoroti tantangan tersembunyi yang selama ini diabaikan banyak orang. “Kita mengira air di kota besar seperti Jakarta sudah pasti bersih. Padahal, banyak air yang secara fisik tampak jernih justru mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli dan coliform,” jelasnya.

Surya juga mengingatkan bahwa air minum isi ulang yang banyak dikonsumsi masyarakat belum tentu memenuhi standar kesehatan.

Yayasan Jiva Svastha Nusantara sudah bekerja sama dengan sejumlah Dinas Kesehatan dan Puskesmas di beberapa kota untuk melakukan pemeriksaan kualitas depot air minum isi ulang dan menemukan masih banyaknya kontaminasi pada produk air yang dijual.

“Dari pemeriksaan laboratorium, seringkali kami menemukan kadar pH yang tidak sesuai dan cemaran mikrobiologi yang tinggi. Hal ini sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil,” jelas Surya.

Untuk itu, Yayasan Jiva Svastha Nusantara melalui kegiatan ini ingin mendorong peningkatan literasi air bersih di tingkat rumah tangga, serta menggugah kesadaran kolektif masyarakat bahwa air bermutu adalah hak dasar yang harus diperjuangkan bersama.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia