Kepala BGN Mengaku Lebih Takut Kasus Keracunan Daripada Korupsi di Program MBG
JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengaku lebih khawatir terhadap potensi keracunan dibandingkan risiko korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan mengungkapkan bahwa terdapat dua risiko utama dalam program MBG, yaitu kejadian keracunan dan penyalahgunaan anggaran yang merujuk pada praktik korupsi. Dari keduanya, ia menilai risiko keracunan jauh lebih serius dan kompleks.
“Kalau Anda tanya ke saya, ada dua risiko terbesar dalam pelaksanaan program ini. Pertama adalah penyalahgunaan anggaran, kedua adalah keracunan. Secara jujur, saya lebih takut yang kedua,” ujar Dadan dalam pernyataannya di Kementerian PUPR, Selasa (6/8/2025).
Menurut Dadan, sistem pengawasan dan pengelolaan anggaran sudah dibangun dengan sangat ketat, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi manipulasi. Namun, kasus keracunan memiliki rantai risiko yang lebih panjang dan sulit diprediksi.
“Kalau soal anggaran, kami sudah bangun sistem yang sangat ketat agar sulit dimanipulasi. Tapi kalau keracunan, ini lebih kompleks. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan, penyajian, distribusi, konsumsi, sampai kondisi fisik anak-anak yang menerima makanan,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan insiden di sebuah sekolah yang telah menerima program MBG. Di sana, seorang siswa yang sedang sakit muntah setelah makan. Namun kepanikan justru menyebabkan siswa lain ikut muntah, padahal bukan karena makanannya.
“Bisa saja makanannya tidak bermasalah, tapi anaknya sedang sakit. Pernah terjadi di satu kelas, satu anak muntah karena sakit, lalu satu sekolah ikut muntah karena panik. Ini jadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan di lapangan,” tutup Dadan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






