Jumat, 15 Mei 2026

MBG Akan Tingkatkan Kualitas Gizi dan Kesehatan Anak Indonesia

Penulis :  Imam Suhartadi
15 Aug 2025 | 21:55 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.idProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak  nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional  (BGN), Dadan Hindayana mengatakan program ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas  gizi anak-anak Indonesia di masa depan. 

Menurutnya, program ini tidak hanya terlihat dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari  perbaikan kondisi kesehatan dan kebiasaan makan anak-anak di berbagai daerah. 

Hal itu dikatakan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema “Satu Piring Makan Bergizi  Gratis Sejuta Harapan”, Kamis (14/8/2025). 

ADVERTISEMENT

“Kita mulai dengan target 500 SPG (Satuan Pelaksana Gizi), tetapi hari ini sudah lebih dari sepuluh  kali lipat. Alhamdulillah, dampaknya terasa langsung di sekolah. Anak-anak lebih bersemangat,  tingkat kehadiran meningkat, dan kesehatan mereka menunjukkan perbaikan,” ujar Dadan 

Dadan menjelaskan bahwa standar gizi dalam program ini disusun dengan komposisi seimbang,  yakni 30 persen protein, 40 persen karbohidrat, dan 30 persen serat sesuai kebutuhan kalori anak.  Menu juga disesuaikan dengan kearifan lokal dan selera anak di setiap daerah.

“Di Sukabumi,  misalnya, anak-anak paling suka daging sapi. Di Banten, lele jadi favorit. Dengan cara ini, anak  makan dengan senang hati dan makanannya tidak terbuang,” jelasnya. 

Dampak positif mulai terlihat. Berdasarkan laporan lapangan, tingkat kehadiran siswa meningkat  dari rata-rata 70 persen menjadi 95 persen sejak program berjalan.

Di salah satu SPG, penelitian  selama setahun menunjukkan peningkatan berat badan, perbaikan hasil tes kesehatan, dan  penurunan jumlah anak dengan kekurangan gizi.

“Ini proses jangka panjang, tapi tanda-tanda  keberhasilan sudah terlihat. Kami juga akan melibatkan lembaga independen untuk evaluasi  menyeluruh,” kata Dadan. 

Agar program tepat sasaran, BGN membagi wilayah menjadi dua kategori: wilayah aglomerasi yang  dikelola melalui mitra, dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang bekerja sama dengan  Kementerian Dalam Negeri melalui pembentukan satgas di setiap kabupaten.

Saat ini, dari 5.305  SPG aktif, masih ada 18 ribu penerima manfaat yang harus diverifikasi, dengan 5 ribu di antarany belum selesai prosesnya. “Kami sedang kebut verifikasi. Target Agustus ini selesai, lalu fokus ke  wilayah 3T,” tegasnya. 

Kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci utama. Sebelum diterjunkan, petugas SPG  mengikuti pelatihan intensif selama tiga hingga empat bulan.

Selain itu, setiap SPG diwajibkan  mengunggah menu harian di media sosial agar masyarakat dapat memberikan umpan balik,  menciptakan pengawasan yang lebih transparan dan partisipatif. 

Menutup paparannya, Dadan menekankan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada gizi,  tetapi juga membawa dampak ganda pada ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

Dengan  mengandalkan pasokan bahan baku dari potensi pangan lokal, setiap SPG yang melayani 3.000– 3.500 peserta membutuhkan pasokan harian sekitar 200 kilogram beras, 3.500 butir telur, 350 ekor  ayam, 3.500 ekor lele, dan 450 liter susu. Semua kebutuhan ini dipasok oleh petani, peternak, dan  nelayan setempat.  

“Satu SPG mengelola anggaran sekitar Rp10 miliar per tahun, 85 persen untuk membeli bahan  baku, dan 90 persen dari pertanian lokal. Jadi, uangnya berputar di desa, tidak keluar daerah,” jelas  Dadan. 

Pendekatan ini membuat pasokan pangan lebih terjamin, distribusi lebih cepat, dan harga lebih  stabil. Petani padi, peternak ayam, pembudidaya ikan, hingga produsen susu mendapatkan pasar  pasti setiap hari.  

“Ini bukan hanya soal memberi makan anak, tapi juga memastikan petani kita sejahtera, nelayan  kita punya pasar, dan pangan kita aman. MBG adalah investasi ganda, yakni gizi dan ekonomi,”  tutupnya seraya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran,  pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang mendukung program ini. 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia