Kamis, 14 Mei 2026

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Penulis : Prisma Ardianto
14 Mei 2026 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria saat menyampaikan pidato dalam peluncuran Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Kemenkomdigi)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria saat menyampaikan pidato dalam peluncuran Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Kemenkomdigi)

JEMBER, investor.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, menilai permainan tradisional semakin relevan untuk menjaga keseimbangan hidup anak di tengah kepungan teknologi. Menurutnya, aktivitas fisik seperti permainan egrang misalnya, berfungsi sebagai "tombol jeda" yang krusial bagi kesehatan mental dan interaksi sosial generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026). Ia menekankan bahwa di tengah intensitas penggunaan gawai yang tinggi, egrang memberikan pelajaran berharga tentang kerja sama dan gotong royong yang tidak didapatkan di dunia maya.

“Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital. Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujar Nezar Patria dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

Nezar memaparkan, penetrasi internet di Indonesia kini telah mencapai 80,26% dari populasi, dengan sekitar 230 juta orang terkoneksi. Namun, capaian ini membawa tantangan besar, yakni mulai tergusurnya permainan anak tradisional oleh konten digital.

“Saat ini kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya. Ada banyak permainan anak yang mulai tergusur oleh ruang digital. Egrang menjadi salah satu yang tetap bertahan karena dijaga bersama oleh komunitas,” katanya.

Ia menegaskan, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi seperti PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Dibutuhkan lingkungan sosial nyata yang sehat melalui penguatan komunitas dan keluarga.

“Bermain egrang bukan sekadar permainan tradisional. Anak-anak kembali berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, belajar menjaga keseimbangan, dan membangun keberanian melalui pengalaman nyata,” tuturnya.

Nezar juga menyoroti nilai karakter dalam egrang, di mana anak diajarkan untuk bangkit kembali saat terjatuh dan saling memberi semangat. Kemenkomdigi mengapresiasi Festival Egrang Ledokombo sebagai ruang budaya yang membantu anak tumbuh sehat secara emosional di tengah percepatan teknologi.

“Saya percaya setiap anak Indonesia bisa menjadi tunas yang tumbuh sehat, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih hebat,” ungkapnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 2 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia