Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Ekspor Industri Pengolahan Turun, BPS Ungkap Faktor Pemicu

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Apr 2023 | 14:56 WIB
BAGIKAN
Deputi Deputi Bidang Meterologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi
Deputi Deputi Bidang Meterologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi

JAKARTA, Investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai ekspor tiga komoditas dari industri pengolahan turun secara kumulatif untuk periode Januari-Maret 2023. Ketiga komoditas itu adalah minyak kelapa sawit, pakaian jadi (konveksi) dari tekstil, dan sepatu olah raga.

Nilai ekspor sektor industri pengolahan pada Maret 2023 mencapai US$ 16,62 miliar. Angka ini tumbuh 7,22% dari bulan sebelumnya dan berkontraksi 13,67% dari posisi yang sama tahun 2022.

“Dari tinjauan khusus (ada ) penurunan nilai ekspor sektor industri pengolahan secara kumulatif di kuartal I-2023, dibandingkan periode yang sama tahun 2022,” ucap Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Imam Machdi dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (17/4/2023).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, untuk ekspor minyak kelapa sawit pada Januari sampai Maret 2023 terjadi penurunan 11,34% dari posisi Maret 2022. Nilai ekspor minyak kelapa sawit turun dari US$ 6,67 miliar menjadi US$ 5,92 miliar Januari Maret 2023. Catatan BPS menunjukan tiga besar negara yang mengalami perubahan nilai ekspor minyak kelapa sawit adalah Tiongkok naik 139,74%, India turun -12,94%, dan Pakistan turun-46,86%.

“Terjadi penurunan 11,34% utamanya disebabkan oleh menurunnya harga minyak kelapa sawit di pasar global,” kata Imam.

Kedua, ekspor komoditas pakaian jadi dari tekstil pada Januari sampai Maret 2023 terjadi penurunan 21,04% dibandingkan Januari sampai Maret 2022. Pada Januari sampai Maret 2022 nilai komoditas pakaian jadi dari tekstil mencapai US$ 2,2 miliar. Sedangkan nilai ekspor pakaian jadi dari tekstil pada Januari Maret 2023 sebesar US$ 1,74 miliar. Tiga besar negara yang mengalami perubahan nilai ekspor pakaian jadi dari tekstil adalah Jepang naik 14,93%, Amerika Serikat turun -31,40%, dan Korea Selatan turun -4,92%.

Ketiga, sepatu olah raga pada Januari sampai Maret 2023 terjadi penurunan 27,24% dibandingkan Januari sampai Maret 2022. Pada Januari sampai Maret 2022 nilai komoditas sepatu olah raga mencapai US$ 1,55 miliar. Sedangkan nilai ekspor sepatu olah raga pada Januari Maret 2023 sebesar US$ 1,13 miliar. Tiga besar negara yang mengalami perubahan nilai ekspor sepatu olah raga yaitu Amerika Serikat turun 39,61%, Belgia turun 17,05%, dan Tiongkok turun 38,28%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia