Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal I Tumbuh 5,03%

Penulis : Arnoldus Kristianus
5 Mei 2023 | 09:43 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Kuartal I-2023.


Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan, produk domestik bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar Rp2.961,2 triliun, sementara PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp5.071,7 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I  2023 bila dibandingkan dengan kuartal IV 2022 atau secara kuartalan terjadi kontraksi sebesar 0,92%  Namun kalau dibandingkan dengan kuartal I 2022 secara year on year pertumbuhan ekonomi kita tumbuh sebesar 5,03%,” ungkap dalam Pengumuman Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2023 di Jakarta, Jumat (5/5/2023). 

ADVERTISEMENT

Edy menjelaskan, ekonomi Indonesia Kuartal I-2023 terhadap kuartal IV-2022 sebelumnya terkontraksi sebesar 0,92% (quarter to quarter/qtq). Mengikuti pola musiman tahun-tahun sebelumnya.  Namun, jika dibandingkan dengan Kuartal I-2022 tumbuh sebesar 5,03% (yoy).

Dia mengatakan jika dilihat secara year on year pertumbuhan ekonomi di kuartal I sebesar 5,03% menandakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stabil. Sebab sejak kuartal IV-2021 pertumbuhan ekonomi kembali di kisaran 5% setelah sebelumnya terkontraksi saat pandemi Covid-19.

“Kalau kita perhatikan mulai dari kuartal IV-2021 sampai dengan kuartal I-2023 perekonomian kita tumbuh pada level 5% ke atas,” kata Edy.

Sedangkan secara kuartal secara musiman pertumbuhan ekonomi memang kerap kali mengalami kontraksi. Pada beberapa tahun sebelumnya khusus untuk kuartal I selalu terjadi kontraksi bila dibandingkan kuartal sebelumnya,Misalnya pada kuartal I-2022 terjadi kontraksi 0,94% lalu tahun 2021 kontraksi 0,93%, dan tahun 2020 kontraksi 2,41%.

“Jadi memang untuk kuartal I polanya memang selalu kontraksi,” imbuh Edy.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia