Enam Kuartal Berturut-turut, Pertumbuhan Ekonomi RI Sudah di Atas 5%
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian Indonesia tetap tumbuh kuat di tengah gejolak perekonomian global. Pada kuartal I-2023, ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,03% secara year on year (yoy).
“Patut dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam enam kuartal berturut-turut di atas 5%. Jadi ini menunjukkan bahwa ekonomi kita solid,” ucap Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/5/2023).
Bila dilihat dari sisi pengeluaran, semua komponen mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 11,68%, diikuti komponen pengeluaran konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar 6,17%, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) sebesar 4,54%, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) sebesar 3,99%, dan komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 2,11%.Komponen impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang dalam pertumbuhan ekonomi, menurut pengeluaran juga tumbuh sebesar 2,77%.
“Dari sisi demand, seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan positif,” tutur Airlangga.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023 ditopang oleh industri pengolahan. Komponen ini tumbuh 4,43% (yoy) dan memberikan andil 18,57% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023. Komponen perdagangan tumbuh 4,89% (yoy) dan memberikan andil 12,95% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023. Komponen transportasi dan pergudangan tumbuh 15,93% (yoy) dan memberikan andil 5,56% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023.
“Kami juga melihat sektor pertanian konsisten tumbuh 0,34% (yoy). Sektor konstruksi tumbuh 0,32%, dan pengadaan listrik dan gas sebesar 2,6% secara year on year,” tandas Airlangga.
Dia mengatakan, ke depan, prospek pertumbuhan ekonomi nasional masih tetap kuat. Beberapa hal yang menjadi indikator adalah indeks harga konsumen masih di atas 100, yaitu 123,3. Berikutnya purchasing manager index yang konsisten di atas 50, pada April 2023 mencapai 52,7%.
Dari sektor eksternal, posisi cadangan devisa Maret 2023 mencapai US$ 145,2 miliar. Neraca perdagangan selama 35 bulan berturut-turut surplus. Pada Maret 2023 neraca perdagangan surplus US$ 2,91 juta, yield obligasi melandai, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham terus menguat, dan rasio utang terhadap produk domestik bruto PDB berada level aman.
“Kami harap dalam target pembangunan, pertumbuhan pada tahun politik ini bisa mencapai 5,3%. Kami optimistis pertumbuhan ini bisa terus dijaga pada 2023 dan tentu menjadi momentum pada 2024,” kata Airlangga.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






