Jumat, 15 Mei 2026

Genjot Investasi Tahun 2024, Kementerian Investasi/BKPM Ajukan Tambahan Anggaran Rp 875 Miliar

Penulis : Arnoldus Kristianus
9 Jun 2023 | 20:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR pada Jumat (9/6/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR pada Jumat (9/6/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 875 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran Rp 1,2 triliun untuk Kementerian Investasi/BKPM dalam RAPBN 2024. Dengan demikian, secara total Kementerian Investasi/BKPM mendapatkan alokasi Rp 2,1 triliun dalam RAPBN 2024.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran untuk mencapai target investasi di tahun 2024 yang sebesar Rp 1.600 triliun. Ini khususnya dalam mengembangkan Online Single Submission (OSS).

“Terkait perencanaan tahun 2024 kami mendapat alokasi sebesar Rp 1,2 triliun. Jadi target investasi bertambah dari Rp 1.400 di tahun 2023 menjadi Rp 1.600 triliun tetapi anggarannya nggak ditambah-tambah,” ucap Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR pada Jumat (9/6/2023).

ADVERTISEMENT

Bila dirinci, alokasi anggaran Rp 2,1 triliun dalam RAPBN 2024 terbagi dalam program dukungan manajemen sebesar Rp 480 miliar dan program penanaman modal sebesar Rp 1,6 triliun. Bahlil menekankan pentingnya pembenahan OSS untuk mencapai target investasi 2024.

OSS merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Cipta Kerja yang menjadi langkah pemerintah dalam reformasi sistem perizinan untuk meningkatkan kemudahan berusaha. Dalam OSS, pemerintah melakukan reformasi perizinan namun hal ini belum bisa terjadi tidak tersedia anggaran yang memadai.

“Kami mohon tambahan anggaran, sekaligus untuk buat OSS, karena melalui OSS ini menggabungkan 79 undang-undang digabung jadi omnibus law. Namun, anggaran yang dialokasikan untuk membanguna OSS hanya Rp 30 miliar. Padahal, target investasi di atas Rp 1.000 triliun,” kata Bahlil.

Bahlil menekankan, saat ini OSS belum berjalan optimal karena minimnya anggaran dalam menjalankan sistem tersebut. Dia tidak mempermasalahkan bila pemerintah tetap menyediakan alokasi anggaran untuk Kementerian Investasi/BKPM dengan jumlah minim namun hal ini akan berdampak langsung ke realisasi investasi.

“Kalau mau bagus, tambah anggaran. Kalau nggak mau tambah anggaran, jangan banyak tanya perihal ini, saya sebagai Menteri Investasi tidak juga minta, tapi menyampaikan kondisi kalau kita mau baik maka kita baik sama-sama. Kalo nggak, tanya pada rumput yang bergoyang,” tutur Bahlil.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia