Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil: Jawa Barat Duduki Peringkat Teratas untuk Investasi 

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Jul 2023 | 13:45 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Jumat (30/6/2023).
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Jumat (30/6/2023).

JAKARTA, Investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan provinsi Jawa Barat menempati peringkat teratas untuk realisasi investasi pada kuartal II-2023 mencapai Rp 53,7 triliun. Sedangkan realisasi sepanjang semester I-2023 sebesar Rp 103,7 triliun.

Namun provinsi Jawa Tengah belum juga tidak, termasuk dalam lima besar dalam realisasi investasi tahun 2023. “Jawa Tengah tidak termasuk di dalam lima besar realisasi investasi. Kita butuh kerja keras,” ucap Bahlil dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPPM pada Jumat (21/7/2023).

Provinsi Jawa Tengah memiliki Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang menjadi salah satu pendorong investasi domestik. Oleh karena itu, potensi KIT Batang harus dioptimalkan dengan sinergi antar pemangku kepentingan terkait.

ADVERTISEMENT

"Butuh kerja keras lagi, butuh kolaborasi. Saya menilai bahwa Pemerintah Daerah Jawa Tengah butuh inovasi kerja sama-sama. Saya pikir ke depan Jawa Tengah akan jadi provinsi yang bagus karena ada Kawasan Industri batang di sana,” ucap dia.

Selain Jawa Barat, empat daerah yang termasuk sebagai penyokong realisasi investasi pada kuartal II-2023 adalah DKI Jakarta (Rp 43 triliun), Jawa Timur (Rp 31,1 triliun), Sulawesi Tengah (Rp 26,6 triliun), dan Banten (Rp 24,9 triliun).

Sementara itu bila dilihat secara kumulatif dari Januari sampai Juni 2023 lima besar penopang investasi adalah Jawa Barat dengan nilai Rp 103,7 triliun, diikuti oleh Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebesar Rp 79,5 triliun, Jawa Timur sebesar Rp 61,2 triliun, Sulawesi Tengah senilai Rp 56,4 triliun, dan Banten sebesar Rp 50,6 triliun.

“Jadi masih tetap jawa tengah belum termasuk dalam lima besar dari Januari sampai Juni 2023. Kami akan dorong terus dalam rangka pemerataan,” ucap dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia