Jumat, 15 Mei 2026

Neraca Perdagangan Surplus US$ 1,31 Miliar pada Juli 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Aug 2023 | 12:27 WIB
BAGIKAN
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrid di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (15/8/2023). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrid di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (15/8/2023). (Foto: Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$ 1,31 miliar. Surplus berasal dari sektor nonmigas US$ 3,22 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$ 1,91 miliar. Meski demikian, surplus neraca perdagangan Juli tahun ini lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Nilai ekspor Indonesia Juli 2023 mencapai US$ 20,88 miliar atau naik 1,36% dibandingKAN ekspor Juni 2023. Dibanding Juli 2022, nilai ekspor turun sebesar 18,03%. Nilai impor Indonesia Juli 2023 mencapai US$ 19,57 miliar, naik 14,10% dibandingkan Juni 2023 atau turun 8,32% dibandingkan Juli 2022.

“Pada Juli 2023, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 1,31 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 39 bulan berturut-turut sejak mei 2020,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrid di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (15/8/2023).

ADVERTISEMENT

Amalia menegaskan, surplus neraca perdagangan pada Juli 2023 lebih ditopang oleh komoditas non migas sebesar US$ 3,22 miliar. Hal ini disokong oleh komoditas penyumbang surplus, yaitu bahan bakar mineral terutama batu bara juga lemak, minyak hewan nabati terutama CPO, serta barang besi dan baja.

“Surplus neraca perdagangan non migas Juli 2023 ini lebih rendah dibandingkan bulan lalu dan bulan yang sma tahun sebelumnya,” kata Amalia.

Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit US$ 1,91 miliar pada Juli 2023. Adapun komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak.

“Defisit neraca perdagangan migas pada Juli 2023 ini lebih besar dari bulan lalu namun lebih rendah dari bulan yang sama tahun 2022,” kata dia.

Secara kumulatif pada Januari sampai Juli 2023 neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 21,24 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi penurunan US$ 7,88 miliar.

Tiga negara yang penyumbang surplus terbesar pada Juli 2023 adalah India (US$ 1,4 miliar), Amerika (US$ 1,1 miliar), dan Filipina (US$ 718,6 juta).

Lebih lanjut dia mengatakan, surplus terbesar dengan India karena didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewan nabati terutama CPO, batu bara terutama batu bara dan besi baja. Sementara itu tiga negara penyumbang defisit pada Juli 2023 adalah Tiongkok (US$ 621 juta), Australia (US$ 549,3 juta), dan Jerman (US$ 459 juta).

“Defisit terdalam yang dialami Tiongkok didorong oleh barang mesin, peralatan mekanik serta bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, plastik dan barang dari plastik,” ujar Amalia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia